Kehidupan Rumah Tangga dalam Islam

Sponsors Link

Setiap pasangan suami istri pasti menginginkan keluarga sakinah mawaddah warahmah. Rumah tangga yang diliputi kedamaian, ketenangan dan penuh kebahagiaan tentu akan menjadikan hidup menjadi sempurna.

Menikah dalam Islam sangat dianjurkan bahkan wajib bagi yang sudah memenuhi syarat-syarat untuk menikah. Apalagi, tidak ada istilah pacaran menurut Islam, dan menikah sendiri menjadi cara menghindari zina bagi remaja dan kawula muda. Bagi kaum muda di zaman sekarang mungkin akan terdengar sedikit janggal jika menikah tanpa pacaran atau taaruf. Tapi begitulah Islam, menjaga umatnya dari hal-hal yang merugikan dan dari perbuatan yang tidak membawa kemaslahatan, serta menghindarkan dari akibat pergaulan bebas di kalangan pelajar.

Nah, sebelum lebih jauh membahas tentang pernikahan dan segala persiapan pernikahan dalam Islam yang mungkin dibutuhkan, ada baiknya untuk kita terlebih dahulu memahami tujuan pernikahan itu sendiri yang merupakan bagian dari kehidupan rumah tangga dalam islam.

Tujuan Pernikahan dalam Islam

Menikah bukan hanya sekadar menyatukan dua insan, lebih dari itu menikah memiliki tujuan mulia lainnya. Selain perintah Allah SWT sebagai landasannya, menikah juga menyempurnakan keimananan. Berikut beberapa tujuan pernikahan dalam islam.

  • Mengikuti sunnah Rasulullah

Sebuah hadis yang diriwayatkan Tirmidzi dan Ahmad menyatakan, menikah adalah salah satu dari empat sunnah Rasul. Ini artinya, menikah menjadi penyempurna ibadah-ibadah lainnya yang kita jalankan.

  • Meneruskan peradaban Islam

Bersatunya pria dan wanita dalam iman Islam akan melahirkan keturunan-keturunan yang juga akan ikut menjaga Islam tetap ada di muka bumi. Setelah menjadi seorang Ibu dan ayah, sudah sepatutnya menanamkan pendidikan agama dalam keluarga sebagai fondasi dan bekal bagi anak. Sehingga, mereka akan tumbuh menjadi putra dan putri solehah dan giat menyebarkan kebenaran Islam. Ingatlah selalu, peran ayah dalam keluarga dan peran ibu dalam keluarga sangat penting untuk menciptakan putra-putri berbakti, membanggakan keluarga, bangsa dan agama.

  • Ibadah kepada Allah SWT

Niat tulus menikah hanya karena Allah akan membawa limpahan keberkahan pada rumah tangga kita. Tidak ada yang lebih nikmat dari mendapatkan ridlo-Nya, jadi menikahlah sebagaimana telah dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Di dalam pernikahan, segala sesuatu yang kamu lakukan dengan istri/suami-mu adalah sebuah bentuk ibadah, bahkan termasuk berhubungan suami isteri ibadah kepada Allah SWT.

  • Membukakan pintu rezeki

Dengan menikah, pintu-pintu rezeki kita akan dibukakan oleh Allah SWT. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, bahwa pernikahan adalah ladang rejeki dan pahala beribadah kepada Allah Ta’ala.

  • Memenuhi kebutuhan naluriah

Sebagai mahluk hidup, manusia memiliki kebutuhan-kebutuhan dasar yang tidak bisa diingkari salah satunya adalah kebutuhan biologis akan hasrat seksual. Menikah menjadi cara menghindari pergaulan bebas termasuk zina yang sangat dilarang oleh agama.

  • Menjauhkan diri dari fitnah

Menikah menjadi salah satu cara menghindari fitnah, karena dengan menikah sepasang pria dan wanita sudah halal hukumnya satu sama lain, sehingga tidak akan terjadi zina, kumpul kebo dan hal-hal buruk lainnya yang dapat mendatangkan dosa besar. Dalam hal ini, menikah juga menjadi solusi pergaulan bebas yang juga menghindarkan kita dari hal-hal yang melanggar norma dalam tatanan masyarakat maupun norma-norma agama.

  • Memberikan ketenangan batin

Menikah, selain menyatukan sepasang pria dan wanita, juga menyatukan dua keluarga. Menikah juga menguji kemandirian baik si pria maupun wanita yang tidak lagi bisa secara penuh menggantungkan hidupnya kepada kedua orangtuanya. Terkadang menikah juga menjadi cara membahagiakan orang tua, selain juga untuk membahagiakan diri sendiri dan pasangan.

Saling menyayangi di dalam iman Islam akan membawa keteduhan yang amat mendalam. Menjadikan batin kita tenang karena kita tahu ada seseorang yang akan selalu menjaga kita.

Sponsors Link

Kewajiban Suami Istri dalam Islam

Hak selalu datang seiring dijalankannya kewajiban. Setelah menikah, ada berbagai kewajiban sebagai suami yang harus dilakukan untuk isteri, begitu pula sebaliknya. Bagi para isteri, anda tentu harus belajar cara mengabdi kepada suami, dan bagi para suami, jangan pernah memendam sifat durhaka kepada istri.

Melanggar kewajiban sebagai suami atau istri bisa menjadi penyebab keluarga tidak harmonis, bahkan bisa menjadi penyebab perceraian suami istri. Jadi, sangat penting bagi pasangan untuk mengetahui dan memahami kewajiban dan haknya masing-masing untuk membangun rumah tangga yang selalui diridloi Allah SWT. Yuk simak ulasannya di bawah ini

Kewajiban suami kepada istri

Bagi sang suami, ada baiknya mengetahui kewajiban-kewajiban apa saja yang harus dilakukan kepada istri. Ini akan menjadikan hubungan rumah tangga selalu harmonis dan langgeng. Berikut kewajiban-kewajiban suami kepada istri:

  1. Memberikan mahar kepada istri

Mahar menjadi hak pertama sang istri yang harus diberikan oleh suami. Pemberian mahar ini sebagaimana difirmankan Allah dalam QS. An-nisa: 4, mahar menjadi kewajiban seorang suami terhadap istri. Selain itu, satu hal yang harus diketahui para suami adalah dibolehkannya istri untuk memilih mahar yang dikehendakinya.

  1. Mencukupi sandang dan pangan

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW dengan jelas menyebutkan kewajiban seorang suami untuk memenuhi kebutuhan makanan dan memberikan istrinya pakaian yang layak. Dalam hal ini juga secara tidak langsung menyiratkan suami sebagai pencari nafkah bagi keluarga.

  1. Memperlakukan istri secara ma’ruf

Bagi para suami, jangan pernah memperlakukan istri anda secara semena-mena. Perlu anda ketahui, diperlakukan secara baik adalah hak seorang istri dan merupakan hukumnya wajib bagi suami untuk memenuhi hak tersebut.

  1. Memberikan nafkah batin

Selain nafkah lahir, memberikan nafkah batin kepada istri juga menjadi kewajiban suami. Dalam hal ini, sebagai suami, anda juga harus menggauli istri dengan lembut dan menghindari perlakuan kasar kepadanya.

  1. Tidak membuka aib istri

Sebagai suami istri, masing-masing memiliki kewajiban untuk tidak membuka aib masing-masing kepada siapu termasuk orang tua. Aib istri adalah aib suami, pun sebaliknya, aib suami adalah juga aib istri.

Sponsors Link

Kewajiban istri kepada suami

Selain menerima hak, mematuhi sang suami menjadi salah satu kewajiban yang harus dilakukan istri. Yuk, pahami lebih jauh tentang kewajiban apa saja yang harus dilakukan seorang istri kepada suami:

  1. Mematuhi suami

Mematuhi suami adalah kewajiban istri yang pertama. Sebagaimana kita ketahui, suami adalah imam yang harus diikuti setiap tindak tanduknya. Namun, tidak hanya itu saja, istri yang baik juga harus mengingatkan suami jika dia bertindak salah. Ingatkan dengan lemah lembut agar suami dapat memahami dan mengerti kondisi yang ada.

  1. Keluar rumah dengan izin suami

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Ibnu Thaimiyah mengungkapkan, haram bagi seorang istri untuk keluar rumah tanpa izin suami. Jadi, seorang istri haruslah meminta izin terlebih dahulu kepada suami jika ia hendak bepergian, akan setelah menikah, ridlo Allah SWT ada pada ridlo-nya suami.

  1. Mentaati suami dalam urusan hubungan suami-istri

Menurut hadis, istri yang menolak untuk berhubungan suami istri akan mendapatkan laknat Allah hingga waktu subuh. Untuk itu, seorang istri haruslah mengikuti kehendak suami selama itu tidak melanggar hukum Islam dan tetap dalam koridor keislaman.

  1. Menghargai pemberian suami

Saling menghargai menjadi kunci kebahagiaan hidup berumah tangga. Seorang istri tidak boleh menghina apapun pemberian suami, justru dia harus menghargai setiap kerja keras yang dilakukan suami.

  1. Selalu menyenangkan hati suami

Membuat senang para suami adalah kewajiban para istri. Berpenampilan menarik hanya untuk sang suami, menyiapkannya sarapan atau membuatkan makanan kesukaan suami akan membuat suami bahagia.

Ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , , ,
Post Date: Sunday 20th, November 2016 / 17:39 Oleh :
Kategori : Pernikahan