Sponsors Link

11 Bahaya Menampar Anak : Mental & Masa Depan Berbahaya

Sponsors Link

Menjadi seorang ibu tidak lah mudah, seorang ibu harus bisa membimbing anaknya kejalan yang lebih baik. Ada berbagai cara untuk menjadi ibu yang baik. Idealnya ibu yang baik adalah ibu yang selalu menyayangi anaknya. Kadang anak sering berfikir bahwa ibu tidak sayang padanya karena ibu sering memarahinya, sering menamparnya, memukulnya dan perbuatan lainya. Namun sebenarnya semua itu dilakukan karena ibu sayang dengan anaknya. Seorang ibu ingin anaknya menjadi anak yang baik.

Kalau disimpulkan sebenarnya tak ada yang salah, ibu hanya ingin mendidik anaknya menjadi lebih baik. Dan anak ingin ibu selalu memperhatiakan anak. Jadi untuk menjadi seorang ibu, ia harus dapat memahami bagaimana yang diinginkan anak, dan tidak sering memukul atau menampar anak, karena itu akan berdampak negative ke depannya.

Berikut adalah penjelasan mengenai bahaya menampar anak :

1. Ganguan psikologis

Anak yang sering di pukul dan di tampar akan mendapati gangguan psikologis, dalam psikologisnya akan berfikir dan selalu memikirkan kenapa ibu jahat kepada ku. Dengan demikian, fikiran pada anak akan terganggu dan materi lain akan susah masuk, selain itu anak akan lebih sering murung karena memikirkan hal tersebut dan sebagai orang tua seharusnya memiliki cara menenangkan hati dan pikiran anak anda.

2. anak akan sering memukul atau menampar

Masa anak-anak adalah masa dimana mereka mudah meniru apa yang mereka lihat, ketika mereka melihat orang yang selalu tersenyum maka anak akan mudah tersenyum pula, begitu sebaliknya jika anak lebih sering diperlakukan dengan kekerasan fisik, bukan tidak mungkin dia akan meniru hal itu dan diterapakn kepada orang lain, hingga anak akan berkembang menjadi anak yang jahat dan keras kepala.

3. Kemampuan anak dalam menyelesaikan konflik anak terganggu

Dengan seringnya seorang anak dipukul maka anak akan kehilangan kemampuan untuk menyelesaikan konflik, kenapa ? karena mereka akan beranggapan dengan kekerasan konflik akan selesai. Jadi ketika ada konflik, yang ia fikirkan adalah bagaimana membalasnya dengan keekerasan itu.

4. Ikatan antara anak dan orang tua akan terganggu

hal ini disebabkan karena anak sudan merasa takut terhadap orang tuanya, jika ia ingin bercerita ia akan takut ketika ia bercerita dan itu adalah kesalahan bukan malah solusi yang didapatkan tapi malah ia akan mendapat hukuman fisik lagi. Hingga kedepannya anak yang sering di tampar tak akan pernah mau dekat denga orang tua lagi.

5. Keras kepala

Anak yang sering diperlakukan seperti itu akan menjadi anak yang berwatak keras. Seringnya orang tua memukul anak, maka semakin seringnya anak merasakan pukulan keras itu, jika anak sudah terbiasa untuk merasakan tamparan itu, boleh jadi ia tak akan takut lagi dengan orang tuanya, bahkan tak akan peduli lagi apa yang dikatakan orang tuanya, hingga anak akan menjadi sosok orang yang keras kepala, selalu membantah anak dan tidak mau nurut. Bahkan yang lebih buruk lagi jika seorang anak itu pergi dan meninggalkan orang tuanya dan sebaiknya dari anak dan orang tua memiliki cara meredam emosi nya masing-masing untuk menghindari pertikaian yang lebih berbahaya.

6. Pergaulan bebas

Yang paling parah dari semua efek adalah pergaulan bebas. Emosi yang labil itu wajar dirasakan oleh anak remaja, jika mereka tidak pernah mendapatkan kasih sayang di rumah, mereka akan mencari kesenangannya diluar sana. Itu artinya mereka akan mencari lingkungan yang bebas dan tidak mengekang semua yang dilakukan, tak ada peraturan dan tak ada tamparan yang ia dapatkan. Jika ini terjadi terus menerus, bukan tidak mungkin anak akan berkembang menjadi anak yang nakal, dan frontal dan sebaiknya orang tua mencari cara menghindari pergaulan bebas agar anda anda tidak sampai terjerumus.

7. Tidak percaya diri

Karena mereka beranggapan apa yang dilakukan pastilah salah dimata orang tuanya, sehingga mereka kurang percaya diri dalam menunjukan bakatnya.

8. Bakat dan minat yang dimiliki tidak dapat berkembang

Sponsors Link

Ketakkutan yang sudah di alami sejak kecil akan membuat mereka takut untuk mengungkapkan apa yang mereka inginkan, mereka takut akan yang diinginkan itu adalah salah dimata orang tuanya, sehigga mereka tidak pernah berkata dan jujur pada orang tuanya. Dan akhirnya bakat dan minat itu pun tidak dapat berkembang dengan maksimal.

9. Tak memperhatikan orang lain

Hal ini karena mereka akan beranggapan bahwa memukul ornag yang kecil itu dibenarkan, jadi boleh saja anak memukul orang lain yang lebih kecil dari mereka, ini akan membuat hatinya tak memiliki perasaan nulari yang saling menyayangi, bahkan yang ada adalah dendam dan bagaimana cara untuk membalas dendam itu.

10. Berani dengan orang tua

Semakin dewasa anak, akan semakin berfikir dan sensitive perasaannya, jadi mungkin saja, jika anak sudah menjadi lebih dewasa dia memiliki kebranian untuk membalas apa yang orang tua telah lakukan buruk padanya, Karena bagi anak yang sudah merasakan pukulan sejak kecil, mereka akan menganggap bahwa orang tuannya tak pernah sayang padanya. Pantaslah jika besar ada keinginan membalas pada orang tuanya. Rasa kasih sayang terhadap orang tua kecil dan Kurang bertanggung jawab akan melakukan suatu hal

11. Selalu menganggap remeh orang lain

Mereka akan berfikir bahwa orang yang fisiknya kuat adalah orang yang boleh menyakiti orang lain. Karena kita ketahui, apa yang diakukan orang tua akan berdampak kepada anak dan anak akan meniru apa yang dilakukan orang itu.

Bila hal-hal itu sudah terjadi maka penyesalan lah yang didapatkan. Untuk itu seorang ibu harus dapat memahami bagaimana caranya agar mendidik anak menjadi anak yang baik dan berbakti kepada kedua orang tuanya.

Tips mendidik anak

1. Jangan memarahinya – bila ingin menegur anak, tegurlah dengan cara yang halus, dengan cara yang disukai anak, biarkan anak berekplorasi sesuai yang diharapkan, tugas seorang ibu disini hanya menjaga anaknya agar tidak keluar batas pergaulan yang seharusnya.

Sponsors Link

2. Jadilah teladan untuk anak – Jadilah ibu yang disayangi anaknya, yang di harapakn oleh anaknya, bila ingin menyuruh anaknya atau mengajarkan anaknya menyapu maka lakukanlah menyapu dan katakana pada anak, “nak seperti ini cara menyapu, apakah kamu mau mencoba ?” katakana selembut mungkin, agar anak juga terdidik menjadi anak yang lembut dan mengasihi sesamanya, serta menghargai orang lain. Biasakan gunakan kata “tolong” meskipun itu kepada anak, agar anak terbiasa menggunakan kata itu ketika ingin meminta tolong kepada orang lain agar tidak memberikan dampak broken home kepada anak.

3. Biarkan dia mendiri – Jangan biasakan menuruti semua permintaan anak, jika aanak mampu melakukan nya sendiri maka biarlah ia melakukannya, tapi jika tidak, ajarilah sampai ia mampu melakukannya sendiri. Jika anak selalu di ladeni oleh orang tua, bukann tidak mungkin ia akan melakukan hal tersebut (menyuruh) kepada orang lain juga. Dengan ini anak akan menjadi orang yang malas, atau juga orang yang merasa dirinya paling berkuasa.

Ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Wednesday 30th, December 2015 / 08:00 Oleh :
Kategori : Anak Anak