6 Peran Ibu dalam Keluarga dan Cara Menjadi Ibu yang Baik

Sponsors Link

Peran seorang ibu dalam keluarga sebetulnya sulit dimasukkan menjadi kata-kata. Bagaimana Anda menjelaskan peran kaki Anda untuk berjalan, tangan Anda untuk menulis, atau jantung Anda untuk hidup. Tidak akan ada kehidupan tanpa semua itu. Seorang ibu diibaratkan seperti nukleus yang berputar mengitari sebuah keluarga, sebuah kaki untuk keluarga berjalan, sebuah tangan untuk keluarga dapat berfungsi, sebuah jantung untuk keluarga dapat hidup. Seorang ibu memberikan struktur dan keseimbangan bagi rumah tangganya, tanpa peran itu sebuah keluarga akan timpang, kacau, dan membingungkan.

Pentingnya ibu dalam keluarga 

Ibu adalah lebih dari sekadar panutan dan perawat bagi keluarga. Seorang ibu dapat berganti peran dalam waktu singkat dari seorang yang menegakkan disiplin menjadi seorang teman bagi anaknya. Belum lagi ibu harus memastikan bahwa keluarganya mendapat nutrisi yang baik, aktivitas dan istirahat yang cukup, serta selalu berada dalam keamanan dan kenyamanan. Ketulusan dan kemurahan hatinya tidak peduli dalam situasi apapun menjadi bukti bahwa jelas sekali perjalanan seorang ibu adalah yang paling berat dalam keluarga.

Dalam sebuah keluarga, peran seorang ibu telah meningkat dari hanya sekadar membesarkan anak dan mengurus pekerjaan rumah tangga. Peran ini secara konstan terus berkembang seiring semakin berkembangnya jaman. Para ibu saat ini memainkan banyak peran, seperti bekerja dan mengurus si kecil pada saat yang bersamaan. Karena seorang ibu adalah orang yang melahirkan anak-anaknya, masuk akal sekali jika dikatakan bahwa ibu seharusnya tetap di rumah, merawat si kecil, dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Namun dibalik tugas pokok itu, seorang ibu memainkan peran lebih banyak dari kelihatannya. Berikut adalah beberapa di antaranya peran ibu dalam keluarga :

  1. Sebagai Pusat Kehidupan Keluarga

Salah satu cara menjaga rumah tangga yang baik adalah dengan memastikan bahwa kebutuhan setiap anggota keluarga terpenuhi dan dalam keadaan baik. Tugas ibu rumah tangga yang baik di antaranya adalah memastikan kehidupan berjalan sebagaimana mestinya, mulai dari sarapan, makan siang, hingga makan malam yang tersedia di meja, pakaian yang bersih, rapi, dan tersusun di lemari, dapur yang selalu terisi makanan, tempat tidur yang dibereskan dengan rapi, tagihan-tagihan listrik atau air yang sudah dibayar, dan masih banyak lagi daftar panjang pekerjaan seorang ibu. Lebih dari pada itu, seorang ibu membawa keseimbangan bagi keluarganya, secara mental dan emosional. Tanpa perannya yang satu ini keluarga tidak akan berfungsi dengan benar.

  1. Sebagai Pendidik

Telah dikatakan sebelumnya bahwa peran keluarga dalam berbagai aspek salah satunya dalah dalam aspek pendidikan. Sebagai lingkungan pertama yang dikenali oleh anak, keluarga menjadi pihak yang vital dalam penanaman pendidikan sejak dini bahkan dimulai dari mengenali karakteristik anak usia dini. Ibu terutama memegang peranan penting dalam hal pendidikan keluarga pada anak dan cara menerapkannya. Seorang ibu harus mengetahui cara mendidik anak yang tepat dan jenis pendidikan apa yang sesuai untuk masing-masing anak yang tentu memiliki kepribadian dan minat yang berbeda-beda pula.

  1. Sebagai Perawat

Fungsi keluarga menurut para ahli juga termasuk di dalamnya fungsi yang berkaitan dengan kesehatan. Seorang ibu bertanggung jawab menjaga kesehatan anggota keluarganya dan memberikan nutrisi yang seimbang. Meski hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan sebagian pada jaman sekarang telah dilimpahkan tetap tugas ibulah untuk memastikan keluarganya dalam keadaan sehat serta memberikan pertolong awal dan perawatan kecil yang diperlukan ketika sakit.

  1. Sebagai Pelindung

Melindungi anggota keluarga terutama anak, bukan hanya peran ayah dalam keluarga saja. ibu pun dapat membantu melindungi anak secara mental dan emosional dengan cara menjadi tempat berbagi bagi anak, mendengarkan mereka, dan mengenali kepribadian mereka, apa yang mereka suka dan apa yang tidak mereka suka. Namun demikian agar tidak menjadi ciri orang tua yang over protektif terhadap anak, ibu harus dapat menyeimbangkan proteksi yang diberikan dengan tidak terlalu membatasi dan memagari anak dari aktivitas di luar rumah.

Sponsors Link

  1. Sebagai Koordinator Tanggung Jawab Anggota Keluarga

Anak-anak perlu mengetahui kewajiban anak di rumah beserta tanggung jawabnya untuk melatih mereka memegang tanggung jawab di hidup mereka nantinya. Ibu adalah orang yang berperan untuk mengajari peran anak dalam keluarga dan cara menerapkannya sekaligus mengatur siapa yang bertugas untuk pekerjaan apa dan reward yang mereka dapatkan jika memenuhi tanggung jawabnya.

  1. Sebagai Panutan

Dalam peran ini ibu bertugas memberikan pondasi yang kuat dengan cara menanamkan nilai-nilai keagamaan dan nilai kemanusiaan pada anak. Pada saat ini terutama penting sekali menanamkan cara menghindari pergaulan bebas, obat-obatan terlarang, dan lain-lain. Di sini peran ibu dapat dikatakan juga menjadi salah satu solusi pergaulan bebas di kalangan pelajar yang semakin marak dan perilaku menyimpang lainnya dari efek paparan gaya hidup dunia barat.

Cara Menjadi Ibu yang Baik

Banyak orang mengatakan bahwa kebahagiaan seorang ibu didasarkan pada kebahagiaan anak-anaknya karena para ibu hidup dan berkorban demi anaknya. Hal terbaik yang ibu inginkan adalah melihat anak-anaknya meraih sukses dan bahagia. Yang terpenting yang harus seorang ibu ingat adalah bahwa cinta dan kasih sayang yang Anda limpahkan pada hubungan Anda dan anak akan memberikan perbedaan baik yang langsung terlihat maupun yang baru terlihat dalam jangka panjang.

Setiap ibu ingin belajar bagaimana cara menjadi orang tua yang baik bagi anak, tetpi sebetulnya tidak ada rumus yang tepat dan Anda tidak perlu menjadi ibu yang sempurna seperti yang Anda lihat di tokoh-tokoh di televisi atau di diri teman Anda. Anda hanya harus menguasai beberapa hal yang esensial. Berikut ini adalah beberapa tips untuk menjadi ibu yang baik pagi putra-putri Anda:

  1. Bersabarlah dan Tahan Kemarahan Anda

Jika anak anda membuat kekacauan dengan menumpahkan susu di atas karpet misalnya, cukup tarik napas dan tenangkan diri. Biasanya para ibu akan sulit untuk menghindari diri berteriak dalam situasi seperti ini. Berusahalah untuk bersabar dan tidak mengungkapkan kekesalan pada anak. Hal yang sama juga berlaku di setiap saat marah atau menumpahkan kekesalan pada orang lain tidak termasuk cara mengatasi masalah keluarga.

Mengurus anak pada dasarnya adalah kegiatan mengetes kesabaran dan jika Anda dapat bersabar, hal itu akan berdampak baik untuk Anda dan anak. Dengan meningkatkan kesabaran Anda dapat menjadi guru dan contoh yang teladan bagi anak-anak.

  1. Berikan Dukungan

Studi menunjukkan bahwa anak-anak yang mendapat dukungan orang tua serta orang tua yang hangat dan perhatian mampu bertahan lebih baik dalam menghadapi tantangan hidup dan dalam tugas-tugas kognitif saat mereka sudah lebih dewasa. Pada faktanya, Washington University sudah menemukan bahwa anak pada usia dini dengan ibu yang aktif mendukung anaknya dalam masa-masa sulit, memiliki hippocampus yang lebih besar, yang berarti penting bagi memori yang bagus dan kemampuan untuk mengelola stres.

  1. Berikan Pengertian

Berusahalah untuk menjadi seorang pendengar yang baik dan orang yang pengertian. Seiring anak Anda yang semakin besar, menjadi orang tua yang pengertian dan menjadi pendengar yang baik anak akan tahu bahwa mereka selalu dapat mengandalkan Anda baik untuk meminta bantuan tugas sekolah, nasihat-nasihat dalam pertemanan, maupun untuk informasi tentang masa-masa transisi seperti pubertas.

  1. Berkomunikasilah Dengan Anak

Pastikan untuk secara rutin berkomunikasi dengan anak-anak Anda. Ketahuilah segala sesuatu tentang mereka termasuk perbuatan mereka, pikiran mereka, apa yang mereka suka, dan apa yang mereka tidak suka. Berikut tips yang dapat membantu Anda berkomunikasi:

  • Selalu bersiap sedia kapanpun mereka ingin berbicara.
  • Mulailah percakapan lebih dulu agar mereka tahu bahwa Anda peduli dan cobalah membuka percakapan dengan apa yang Anda pikirkan, bukan dengan pertanyaan.
  • Jadwalkan waktu setidaknya seminggu sekali untuk Anda menghabiskan waktu berdua saja dengan anak.
  • Tunjukkan ketertarikan pada apa yang membuat anak tertarik. Akan tetapi hindari bersikap terlalu ikut campur dan fokuskan diri pada perasaan anak.
  • Katakan opini Anda namun pastikan anak Anda memahami bahwa tidak mengapa jika mereka tidak setuju.
  1. Tanamkan Rasa Saling Menghormati

Dengan mendapatkan rasa hormat dari anak, Anda juga membantu mereka belajar menghormati diri mereka sendiri. Tanpa rasa hormat anak Anda tidak akan mampu menghargai dirinya sendiri dan itu akan membuat mereka lebih mudah memperlakukan diri sendiri dengan sembarangan dan terjerumus ke dalam perbuatan-perbuatan berbahaya seperti penggunaan obat-obatan terlarang, pergaulan bebas, dan alkohol. Jika anak memiliki rasa hormat terhadap dirinya sendiri, mereka akan memperlakukan diri sendiri dengan hati-hati. Mereka akan bertindak benar dan mengambil keputusan-keputusan baik. Anak-anak yang diajari rasa hormat sejak usia dini cenderung tumbuh menjadi pribadi yang murah hati, peduli, tidak memikirkan diri sendiri, bahagia, dan memiliki hubungan-hubungan yang sehat.

  1. Berikan Anak Hadiah Pada Momen-Momen Tertentu

Walaupun Anda tidak seharusnya menghabiskan terlalu banyak uang untuk memberikan anak-anak semua yang mereka inginkan, Anda harus melakukannya dengan seimbang karena itu adalah cara memanjakan anak dengan baik.

Sponsors Link

Sesekali membelikan mereka hadiah kecil seperti mainan atau makanan kesukaan mereka lebih daripada jarang sekali memberikan mereka barang yang besar yang betul-betul mereka inginkan. Pada ulang tahun anak, jangan ragu untuk bermurah hati dengan usaha lebih ekstra menghadiahi mereka.

  1. Mintalah Maaf Jika Melakukan Kesalahan

Meski sulit, Anda harus mampu mengakui pada anak ketika Anda bersalah dan meminta maaf atas kesalahan tersebut. Hal ini akan membuat Anda maupun anak terhindar dari perasaan marah sekaligus juga menunjukkan bahwa setiap orang dapat berbuat salah dan sangat penting untuk meminta maaf. Jika Anda salah, sisihkan waktu untuk menenangkan diri dan membaca situasi untuk menemukan di mana letak kesalahan Anda, sehingga Anda dapat menjelaskannya pada anak dan meminta maaf.

  1. Tanamkan Kualitas Diri Yang Penting

Jika ada hadiah terbaik yang dapat Anda beri pada anak maka itu adalah dengan membantu mereka menanamkan rasa menyayangi diri karena ini akan berguna untuk mereka menghargai diri sendiri dan menghindari hubungan yang buruk. Anak-anak dengan rasa menyayangi diri yang tinggi akan lebih mudah untuk merasa bahagia dan meraih prestasi tinggi. Luangkan waktu bersama anak dan tunjukkan bahwa mereka berharga. Anda juga dapat mengajari anak anda keterampilan mengandalkan diri sendiri. Sedikit demi sedikit ajari anak untuk mandiri seiring dengan tahap-tahap perkembangannya.

Ads

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Post Date: Wednesday 24th, August 2016 / 12:45 Oleh :
Kategori : Keluarga