9 Penyebab Rumah Tangga Berantakan Yang Wajib Diketahui

Setiap pasangan suami-istri tentu mengidamkan rumah tangga yang bahagia. Untuk itu, cara menjaga rumah tangga yang baik perlu dipelajari, dan penyebab rumah tangga berantakan harus dihindari. Berikut ini beberapa penyebab rumah tangga berantakan yang perlu diwaspadai:

ads

1. Harapan yang tidak realistis

Sebagai pasangan suami-istri, kita harus bisa menerima pasangan apa adanya. Pasangan yang tidak bisa menerima apa adanya cenderung memiliki harapan yang berlebihan pada pasangannya. Harapan yang tidak realistis akan menyebabkan rumah tangga berantakan, karena satu pihak selalu merasa kurang, sementara pihak lain tertekan dengan harapan yang mustahil atau sulit diwujudkan.

2. Gagal move on dari masa lalu

Ketika sudah menikah, fokus perhatian kita haruslah kehidupan rumah tangga dengan pasangan. Jangan sampai kenangan indah masa lalu dengan mantan pacar menjadi penyebab rumah tangga menjadi retak karena rasa cemburu dari pasangan. Kita harus menjaga perasaan pasangan dengan cara move on dari mantan.

Gagal move on dari masa lalu bisa menyebabkan kita tidak bersyukur pada pasangan.  Kita menjadi tidak fokus pada kehidupan rumah tangga sendiri dan membuang energi untuk memikirkan orang lain di luar urusan rumah tangga kita.

3. Masalah Komunikasi

Tidak sedikit rumah tangga yang berakhir karena adanya masalah komunikasi.  Komunikasi dengan baik merupakan salah satu cara menghadapi masalah rumah tangga.

4. Membicarakan keburukan pasangan di belakang

Membicarakan keburukan pasangan di belakangnya selain mencemarkan nama baiknya juga bisa memicu keretakan rumah tangga. Karena bisa jadi orang yang kita ajak bercerita tentang keburukan pasangan akan menceritakan kepada orang lain dan berakibat pada tersebarnya aib rumah tangga kita sendiri. Tentu saja hal ini bisa berakibat pada rusaknya rumah tangga kita.

5. Egois

Mau menang sendiri adalah sikap yang buruk dan merupakan salah satu penyebab rumah tangga sering cek-cok. Orang yang egois tidak bisa berempati kepada orang lain dan merasa paling benar. Ketika terjadi masalah dalam rumah tangga, pasangan harus bisa bekerjasama untuk menyelesaikan masalah.

6. Saling tidak percaya

Cinta yang tulus dibangun di atas rasa percaya. Tanpa kepercayaan, sebuah hubungan akan mudah goyah. Untuk menjaga kepercayaan satu sama lain, pasangan harus menunjukkan bahwa ia bisa dipercaya, melalui perbuatan, bukan sekedar ucapan.

7. Berfikir tentang wanita/pria lain

Memikirkan pria/wanita lain ketika sudah menikah hanya akan menimbulkan masalah. Meskipun pada awalnya kita merasa tidak masalah, toh hanya memikirkan, tanpa kita sadari alam bawah sadar kita mengendalikan perilaku kita. Lambat laun, kita bisa terobsesi dengan pria/wanita yang kita pikirkan dan menuntut pasangan menjadi sepertinya. Saat kita mulai membanding-bandingkan pasangan dan tidak menghargai pasangan karena memikirkan pria/wanita lain, rumah tangga bisa menjadi kacau.

8. Kurang perhatian

Kurang perhatian adalah salah satu penyebab rumah tangga menjadi hambar. Jika dibiarkan berlarut-larut, akan menyebabkan masalah rumah tangga, misalnya pasangan mencari perhatian dari luar atau mencari perhatian dengan kekerasan atau perbuatan merugikan lainnya.

9. Campur tangan pihak ketiga 

Ketika menghadapi masalah, sebaiknya pasangan berdiskusi secara privat, tanpa melibatkan pihak ketiga. Banyak rumah tangga berantakan ketika ada campur tangan pihak ketiga dalam urusan rumah tangga, sekalipun itu adalah orangtua atau mertua sendiri. Pihak ketiga boleh dilibatkan ketika diskusi privat dengan pasangan sudah menemui jalan buntu. Diusahakan mencari pihak ketiga yang bisa dipercaya dan objektif.

 

, , , , , , ,