13 Penyebab Rumah Tangga Tidak Berkah Paling Sering Terjadi

Membangun suatu rumah tangga sendiri dengan orang yang dicintai tentu merupakan dambaan setiap orang. Namun tidak semudah mengepal telapak tangan, berbagai rintangan dan masalah pasti akan dihadapi dalam hubungan berumah tangga. Memang terkesan mudah dan membahagiakan dalam sekilas mata melihat. Tetapi fakta pun tak bisa mengingkari, berbagai kasus perceraian dan keretakan rumah tangga seringkali terjadi. Mendatangkan berbagai pengacara dan ahli hukum seperti tak cukup menyelesaikan masalah kedua suami istri. Tentu saja semua orang tidak pernah ingin berharap kasus seperti ini akan terjadi.

ads

Banyak sekali asumsi berbicara tentang penyebab-penyebab keretakan suatu rumah tangga, salah satunya yaitu rumah tangga yang tidak berkah. Setiap pasangan suami-istri tentu berusaha untuk menjaga rumah tangganya tetap harmonis dan berkah. Namun siapa sangka, kendala dan masalah selalu saja terjadi dan datang begitu saja. Lalu, apa saja hal-hal yang menjadi penyebab suatu rumah tangga menjadi tidak berkah? Ini dia penyebab rumah tangga tidak berkah :

1. Bertengkar

Sebuah pasangan tidak jarang berbeda persepsi dan pendapat, itulah mengapa mereka sering bertengkar. Namun bertengkar tidaklah berbahaya, yang lebih berbahaya ialah ketika suatu pertengkaran tidak menemukan adanya solusi bersama. Ketika hal ini terjadi, pasangan suami-istri tidak berbicara satu sama lain, mementingkan emosi sesaat, bicara sana-sini mementingkan ego masing-masing. Dan alhasil bukan rasa cinta yang berkembang, namun rasa kebencian yang mulai muncul, hanya dari sebuah pertengkaran.

2. Berpikir Sebagai Beban

Ketika Anda sudah berumah tangga dan memiliki anak, hal yang terpenting adalah jangan pernah berpikir sekalipun bahwa anak adalah beban yang harus ditanggung. Anak adalah keluarga, hadiah, pemberian, karunia terbaik yang diberikan kepada pasangan suami-istri. Berilah anak rasa cinta dan kasih sayang seberat apapun kondisi dan situasi yang sedang dijalani.

Jika orangtua berpikir anak sebagai beban, hasilnya semua yang orangtua lakukan akan berasa seperti tekanan dan kewajiban, bukan berdasarkan asas cinta dan kasih sayang. Semua hal yang dibawa dari rasa keterpaksaan akan berakhir tidak benar dan salah kaprah. (baca juga: Kewajiban Dalam Rumah Tangga)

3. Tidak Ikhlas

Disaat orangtua melakukan pekerjaan rumah tangga karena keterpaksaan, maka mereka tidak ikhlas menjalaninya. Perkara ikhlas dan tidak ikhlas ini jangan pernah dipandang remeh. Ketika seribu orang dipaksa menanam padi, jangan harap ladang padi akan tumbuh dan berakhir sebagai nasi. Tetapi kirim saja 1 orang petani yang akan ikhlas menanam padi, ladang padi akan dapat memanen berpuluh-puluh kilogram nasi. Hal ini menjelaskan kepada kita bahwa rasa ikhlas dalam melakukan sesuatu itu sangat penting. Dengan rasa ikhlas, segala kesulitan dan masalah yang akan Anda hadapi terasa ringan. Namun jika ada perasaan tidak ikhlas, kesulitan dan masalah tersebut akan datang dan menjadi penghambat dalam perjalanan lika-liku Anda. (baca juga: Cara Membuat Hati Ikhlas)

4. Kurang Bersilaturrahmi

Pasangan suami-istri dalam berumah tangga pasti akan sibuk dengan sendirinya, berusaha menopang kehidupan keduanya dan anak-anaknya. Hingga terkadang, tidak pernah ada waktu untuk hanya sekedar berkunjung ataupun bertanya kabar kerabat, saudara atau bahkan orang tua. Jangan pernah lupa bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Ketika Anda tetap mempertahankan ikatan persaudaraan dengan keluarga, tanpa disadari rejeki pun juga akan datang.

Selain itu, menyambung tali silaturrami akan membahagiakan orang lain di sekitar kita. Ada quote yang mengatakan, “Berlakulah seperti bagaimana kamu ingin diperlakukan”. Maka ketika kita membahagiakan orang lain, secara tidak langsung hidup kita pun juga akan dibahagiakan orang lain. Kita pun akan dapat memperluas koneksi dan hubungan ketika melakukan silaturrahmi.


5. Restu OrangTua

Restu orangtua sangatlah penting dalam suatu hubungan. Apapun hal yang akan Anda lakukan, mintalah restu dari kedua orangtua. Pertimbangkan segala sesuatu dari sudut pandang mereka juga. Jangan pernah mengutamakan kepentingan keluarga dibandingkan orangtua. Mereka berada di level yang sama dalam prioritas, karena sebelum Anda menjadi orangtua, Anda sudah menjadi anak dari orangtua Anda. Tunjukkan tata krama sebagai anak dan kewajiban sebagai orangtua secara bersamaan. (baca juga: Penyebab Hubungan Tidak Direstui Orang Tua)

6. Terburu-Buru (Tidak Sabar)

Menentukan keputusan secara terburu-buru bukanlah suatu solusi dalam hubungan berumah tangga. Ketika ada masalah yang sedang dihadapi, ajaklah bicara pasangan Anda untuk mencari solusi bersama. Jangan pernah mencari solusi sepihak tanpa adanya diskusi. Jika Anda terburu-buru dalam melakukan sesuatu, urusan rumah tangga tidak akan selesai, hubungan Anda juga tidak berjalan dengan baik, keluarga pun juga tidak akan berakhir berkah.

7. Mendahulukan Amarah

Emosi memang melekat pada orang yang dilanda masalah dan perselisihan. Namun sebisa mungkin hindari meledaknya emosi, apalagi disaat berbicara dengan pasangan Anda. Jika terlanjur, segeralah meminta maaf dan menjelaskan alasan dibalik emosi Anda. Ketika biji-biji emosi tumbuh, amarah lah yang akan muncul. Setiap orang tidak bisa lari dari amarah. Yang ada orang tersebut akan melakukan segala sesuatu tanpa berpikir dan tergesa-gesa, dengan amarah.

Yang dikhawatirkan disini adalah ketika Anda berucap sesuatu yang tidak diinginkan ketika amarah masih menguasai diri Anda. Tidak ada yang lebih tajam dari yang namanya lisan. Perkataan yang salah akan menghancurkan segalanya, termasuk hubungan dan keluarga Anda. Jadi jagalah lisan dan halang emosi Anda sebisa mungkin untuk menghindari hal ini terjadi. (baca juga: Cara Menghilangkan Rasa Marah)

8. Hilangnya Kepercayaan

Sepasang suami-istri tumbuh dari adanya cinta dan kasih sayang. Cinta menumbuhkan kepedulian dan kepercayaan.  Ketika Anda telah tidak percaya lagi dengan pasangan Anda, banyak hal yang dapat menimpa keutuhan keluarga Anda. Keluarga dibangun dari adanya kepercayaan dan komitmen satu sama lain. Jangan pernah kehilangan kepercayaan diantara pasangan suami-istri. Cegah hal ini dengan saling menjaga komunikasi dan menjauhi perselisihan. Travelling dan menghabiskan waktu berdua juga akan membantu meningkatan kepercayaan diantara pasangan suami-istri.

9. Kurang Bersyukur

Jika keluarga Anda telah meraih suatu capaian yang sangat tinggi entah itu materi, prestasi atau hal yang lain, bagikan kebahagiaan tersebut bersama orang lain. Dengan cara tersebut keluarga Anda menunjukkan rasa syukurnya. Jika Anda tidak bersyukur atas segala hal baik yang telah keluarga Anda dapatkan, bisa jadi semua hal yang didapatkan tidak akan menjadi berkah.

10. Bersikap Dengki

Jangan pernah memiliki sifat dengki dan iri atas kehidupan atau keluarga orang lain. Daripada membanding-bandingkan keluarga Anda dengan keluarga orang lain, beri saja perhatian yang penuh kepada keluarga Anda dan menjadi keluarga bahagia dengan versi Anda.

Jika Anda bersikap dengki, apapun yang Anda pikirkan adalah menyaingi dan menyaingi, seperti hidup dalam kompetisi. Keluarga adalah prioritas utama. Jangan sampai membuat rasa dengki membuat keluarga Anda menjadi tidak harmonis dan tidak berkah.

11. Pekerjaan Yang “Kurang Baik”

Setiap orangtua akan bekerja untuk menghidupi keluarga dan anak-anaknya. Mereka akan bekerja ‘apapun’ asalkan dapat menghidupi keluarganya. Hal yang dapat digarisbawahi disini adalah jangan sampai kata ‘apapun’ mengelabui Anda. Pekerjaan yang Anda lakukan dan harta yang Anda hasilkan akan berpengaruh terhadap keluarga Anda. Pilihlah pekerjaan yang berguna bagi orang lain dan sekitarnya. Pilihlah pekerjaan yang dapat menaikkan harkat dan martabat keluarga Anda, dimana pekerjaan itu baik dan bermanfaat bagi orang lain.

Pekerjaan yang “kurang baik” akan berpengaruh terhadap keluarga Anda. Bergaul di lingkungan kerja yang “kurang baik” akan membawa kebiasaan hingga di rumah. Jika Anda mmebawa kebiasaan tersebut dan dilihat oleh pasangan dan anak Anda, hal ini akan membawa dampak yang juga tidak baik pada keluarga Anda. (baca juga: Tugas Ibu Rumah Tangga)

12. Tidak Dermawan

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bersyukur harus dilakukan. Dan salah satu bentuk syukur yang dapat dilakukan yaitu dengan membagikan momen bahagia keluarga Anda dengan orang lain. Disitulah dimana Anda seharusnya bersikap dermawan dengan orang lain di sekitar Anda.

Jika Anda justru bersifat congkak dan tidak dermawan, lingkungan pun juga akan berbalik badan terhadap Anda dan keluarga Anda. Bersyukurlah, bersikaplah dermawan dengan orang lain disekitar lingkungan keluarga Anda. Dengan bersikap dermawan pula akan memberikan tauladan dan contoh yang baik untuk anak-anak Anda.

13. Hilangnya Rasa Kasih Sayang

Hal yang tidak ingin terjadi dalam suatu hubungan suami-istri adalah hilangnya rasa kasih sayang antar keduanya. Fatalnya, hilangnya kasih sayang ini dapat berimbas pada rasa kepercayaan dan kepedulian. Jangan sampai keluarga Anda tumbuh tanpa adanya rasa kasih sayang. Binalah rasa kasih sayang sejak dini, dengan dimulai dari menumbuhkan kasih sayang bersama pasangan Anda. Keluarga Anda pun juga dapat bahagia dengan kasih sayang yang telah dibina bersama. (baca juga: Penyebab Pudarnya Cinta)

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

,
Post Date: Saturday 05th, August 2017 / 04:53 Oleh :
Kategori : Pernikahan