11 Penyebab Gaya Hidup Konsumtif yang Membahayakan

Pada era “zaman now” seperti sekarang ini gaya hidup masyarakat yang konsumtif bukanlah sesuatu yang aneh lagi. Malah sudah menjadi suatu kebiasaan yang lumrah dan sudah merata pada diri setiap orang dari berbagai kalangan, bahkan perilaku ini sudah mulai terlihat dari anak-anak usia remaja yang seharusnya mereka lebih fokus untuk belajar dan menggapai masa depan ketimbang saling pamer gadget terbaru.

ads

Perilaku konsumtif pada masyarakat ini makin tampak jelas dengan makin menjamurnya online shop yang sedang menjadi tren di tanah air ini, hal ini memperlihatkan bagaimana tingginya minat masyarakat dalam berbelanja berbagai produk yang sesungguhnya mungkin tidak terlalu dibutuhkan sehingga menjadi hal yang mubazir dan boros, padahal bahaya hidup boros bisa menjadi salah satu penyebab suami bosan dengan istri. Untuk itu ketahui tips mengatur keuangan rumah tangga agar terhindar dari perilaku konsumtif.

Pola hidup yang konsumtif ini mulai teraba seiring perkembangan zaman dan teknologi dan makin tampak jelas pada generasi milenial. Dimana generasi milenial ini lebih suka untuk memenuhi kebutuhan hidup secara berlebihan hanya demi kesenangan semata tanpa bisa memilah antara kebutuhan dan keinginan serta selalu aktif dalam mengikuti perkembangan tren. Dan penyebab gaya hidup konsumtif ini berasal dari banyak faktor, terutama faktor eksternal yang berasal dari lingkungan. Apa saja faktor penyebab gaya hidup konsumtif?

  1. Keinginan untuk hidup bermewahan.

Kebiasaan seseorang yang konsumtif bisa diakibatkan oleh adanya keinginan untuk hidup senang dan mewah serta ingin dimanjakan dengan berbagai fasilitas yang serba ada.

  1. Demi mengikuti rasa gengsi yang tinggi.

Rasa gengsi yang tinggi dalam diri seseorang mampu menjadi pendorong bagi dirinya untuk bersikap konsumtif dalam memenuhi kebutuhan hidup agar ia terlihat mampu dalam segala hal terutama dari segi finansial.

  1. Terlalu bernafsu dalam mengikuti trend.

Ada tipe orang yang tergila-gila dalam mengikuti setiap perkembangan tren yang selalu berganti setiap musim. Keinginannya yang menggebu untuk memiliki koleksi terbaru dari setiap produk membuatnya menjadi berlaku konsumtif dengan cara mengubah penampilan sesuai dengan mode-mode terbaru. Untuk mengatasi hal ini bisa dengan cara mengendalikan diri sendiri agar bisa mengontrol setiap keinginannya yang menggebu.

  1. Terpengaruh oleh budaya dan lingkungan.

Faktor eksternal memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam menjadi penyebab gaya hidup konsumtif pada seseorang. Perkembangan budaya dan pengaruh lingkungan ini sangat sulit dielakkan karena bersifat global.

  1. Ingin meningkatkan status sosial.

Hidup secara berlebihan yang sudah melebihi kebutuhan hidupnya serta hidup mewah dengan banyak fasilitas merupakan salah satu ciri orang yang memiliki gaya hidup konsumtif. Dengan gaya hidup yang demikian orang akan berpikir bahwa seseorang memiliki kelas sosial yang tinggi. Hal inilah yang memicu diri seseorang untuk berlaku konsumtif agar bisa meningkatkan status sosialnya.


  1. Adanya dorongan dari dalam diri untuk terlihat “lebih” dibanding orang lain.

Keinginan untuk tampil beda dan terlihat  “lebih” dalam segala hal dimata orang lain juga dapat memicu seseorang untuk menggunakan pola hidup konsumtif. Karena ia ingin menjadi perhatian banyak orang dan ingin orang lain memandangnya secara “wah” yang mengarah pada ciri-ciri orang sombong dan suka pamer.

  1. Adanya rasa bangga dan rasa puas jika mampu memiliki barang keluaran terbaru dan terupdate.

Seseorang bertindak konsumtif dalam membelanjakan uang bisa jadi karena ia merasa bangga jika bisa memiliki berbagai produk terbaru dan merasa puas dengan memiliki barang-barang yang mungkin ia beli hanya karena dasar keinginan bukan kebutuhan.

  1. Faktor kebiasaan dan gaya hidup yang berlebihan.

Menjalani gaya hidup yang berlebihan membuat seseorang menjadi konsumtif karena ia terbiasa dengan hidup yang serba ada sehingga tanpa ia sadari kebiasaan itu menjadi melekat pada dirinya tanpa bisa ia batasi.

  1. Rasa ingin dikagumi oleh orang lain.

Banyak orang yang ingin dikagumi oleh orang lain dari segi apa pun, salah satunya dalam memiliki barang  – barang mewah yang serba berlebihan yang belum tentu ada kegunaan bagi dirinya. 


  1. Rasa ingin terlihat keren dan gaul.

Seseorang yang bisa mengikuti tren dengan tampilan yang selalu up to date akan merasa dirinya terlihat keren dan gaul, sehingga perasaan ini menimbulkan sifat konsumtif yang berlebihan dalam diri seseorang.

  1. Tuntutan dari pergaulan.

Ngopi di kafe yang mahal kelas atas serta makan di restoran dengan makanan ala luar negeri yang jelas harganya selangit bersama teman – teman akan membuat seseorang menjadi terlihat berkelas. Jika masuk dalam pergaulan yang memiliki gaya hidup seperti ini otomatis seseorang akan terbawa pula dengan pola hidup yang berlebihan seperti ini.

Demikianlah penyebab munculnya gaya hidup konsumtif pada diri seseorang atau masyarakat dalam menjalani dan memenuhi kebutuhan hidup yang pada dasarnya dilandasi oleh hasrat keinginan untuk bersenang-senang. Dari pada meniru gaya hidup yang konsumtif lebih baik jalani tips gaya hidup sehat yang jauh lebih bermanfaat.

, ,
Oleh :
Kategori : Gaya Hidup