Home » Gaya Hidup » 6 Dampak Negatif KPOP Terhadap Remaja

6 Dampak Negatif KPOP Terhadap Remaja

by Luwisa Zelnovra

Dalam beberapa tahun terakhir ini popularitas artis dan musik KPOP serta kebudayaannya semakin menjadi di Indonesia. Banyak dari kalangan generasi muda yang begitu nge-fans dengan artis-artis dari K-POP itu sendiri. Terlebih drama-drama yang disuguhkan dengan jalan cerita yang romantis dan mengharukan selalu bisa mengambil hati para pecintanya. Perlahan-lahan generasi muda mulai meniru gaya dan budaya dari idolanya ini.

Masuknya budaya KPOP yang membuat para remaja tergila-gila dan tentu memiliki dampak terhadap generasi muda ini. Memang tidak ada larangan yang membatasi seseorang untuk menyukai apa saja dan menjadi hak seseorang untuk mengidolakan siapa saja yang ia mau. Mencintai dan mengidolakan seorang artis bagaikan mengagumi tanpa dicintai. Namun rasa kagum yang berlebihan itu juga tidak baik karena bisa menimbulkan dampak negatif terhadap diri sendiri. Berikut adalah dampak negatif KPOP yang bisa mempengaruhi para generasi muda.

  1. Terpengaruh kebudayaan KPOP.

Setiap daerah memiliki kebudayaan sendiri yang membuat unik suatu negara dan menjadi ciri khas dari suatu daerah. Seorang fans yang begitu menyukai sang idola akan mengikuti banyak hal dari sang idola tersebut. Sang idola KPOP dengan gaya hidupnya disana akan diikuti oleh para fansnya yang ada di berbagai belahan dunia. Termasuk menyerap kebudayaan mereka sebagai wujud rasa cinta terhadap sang idola. Hal ini bisa menyebabkan generasi muda yang sangat fanatik dengan KPOP bisa menggeser kebudayaan Indonesia.

  1. Ikut-ikutan mengikuti gaya hidup artis dan masyarakat disana.

Ikut-ikutan melakukan berbagai hal yang di lakukan oleh sang idola merupakan hal yang lumrah di lakukan oleh seorang fans. Bisa dilihat para pecinta KPOP akan mengikuti gaya hidup, tingkah laku, bahasa dan gaya berbicara serta selera fashionnya akan mengikuti sang idola. Ikut-ikutan inilah yang terkadang menjadi penyebab gaya hidup konsumtif dalam masyarakat. Tentu saja ini berdampak negatif karena tidak semua yang diikuti dari artis KPOP itu sesuai dengan budaya kita sendiri yang memiliki norma dan aturan dalam masyarakat. Bisa-bisa mereka menjadi lupa jati diri meeka sendiri sebagai anak bangsa Indonesia.

  1. Lebih mencintai musik KPOP dari pada musik dalam negeri.

Masuknya musik KPOP ke Indonesia bisa menggeser kedudukan musik tanah air di hati ganerasi muda yang sangat mengagungkan musik KPOP. Lambat laun hal ini bisa membahayakan musik asli Indonesia karena kehilangan tempat di hati para generasi muda yang telah terpengaruh kebudayaan KPOP. Rasa cinta terhadap musik-musik kita sendiri tentu juga akan berkurang.

  1. Lebih menyukai produk luar yang berasal dari luar di banding produk asli Indonesia.

Generasi yang telah terpengaruh gaya hidup artis KPOP dan menjadi fans fanatik akan berusaha mengikuti cara konsumsi artis idolanya itu. Mulai dari makanan, pakaian, aksesories dan menggunakan produk-produk yang berasal dari negeri ginseng itu yang saat ini sudah mulai banyak masuk ke Indonesia. Hal ini juga bisa membuat tergesernya produk-produk buatan dalam negeri yang kualitas dan modelnya pun bisa bersaing dengan produk luar. Hanya saja kebanyakan masyarakat kita lebih merasa bangga jika menggunakan produk impor.

  1. Perubahan perilaku yang berkiblat pada budaya KPOP.

Sering kita lihat sebagian banyak remaja yang bergaya menggunakan fashion korea. Tidak hanya itu, saking cintanya mereka juga bersikap layaknya masyarakat korea seperti yang terlihat dalam drama-drama korea yang banyak menampilkan kisah paling mengharukan tentang cinta. Drama korea penuh dengan adegan romantis yang membuat penggemarnya menjadi baperan yang kurang baik untuk di tonton anak remaja. Semua perilaku dalam film drama tersebut bisa menjadi contoh yang kurang baik untuk anak remaja yang belum bisa menyaring semua hal dengan baik. Seperti adegan bermesraan, mengenakan pakaian yang terbuka dan mini, mengkonsumsi minuman keras dan adegan lainnya yang bisa saja di tiru oleh generasi muda sebagai akibat pergaulan bebas di kalangan pelajar.

  1. Gaya pacaran yang kelewat batas.

Menjadi penggemar KPOP akan membuat seseorang mengikuti acara dan menonton semua film yang dibintangi sang artis. Bagi yang sering menonton bahkan menjadi penggemar drama korea pasti yang rata-rata filmnya bergenre romantis yang menampilkan gaya pacaran yang lebih berani. Adegan tersebut bisa mempengaruhi remaja yang tengah berpacaran untuk meniru hal yang sama seperti yang ia lihat tanpa berpikir bahwa mereka tidak boleh menirunya. Boleh berpacaran asal tahu batas dan mengikuti tips pacaran sehat untuk kalangan remaja.

Meskipun ada dampak negatif dari masuknya kebudayaan asing, semua tergatung dari dalam diri kita sendiri dalam menyikapi segala perbedaan yang ada. Jangan sampai kita menjadi fans fanatik yang buta sehingga melupakan moral yang ada dibangsa sendiri. Ada baiknya kita mengetahui cara menghilangkan rasa cinta yang berlebihan kepada sang idola dengan cara mengendalikan diri agar rasa kagum tersebut tidak melampaui batas.

You may also like