12 Cara Melupakan Anak yang Sudah Meninggal dengan Ikhlas

Ditinggal pergi orang yang dicintai adalah suatu peristiwa yang tidak ingin dialami oleh siapapun. Tidak ada orang yang ingin mengalami kesedihan sebesar itu jika bisa menghindarinya. Akan tetapi , semua peristiwa takdir yang telah diguratkan oleh Tuhan tidak mungkin kita hindari. Kehilangan seseorang yang dicintai dalam kehidupan kita, pasti akan dialami juga pada suatu saat kelak, namun tidak akan bisa dipastikan waktunya. Begitu pula jika kehilangan seorang anak. Logisnya, seharusnya orang tualah yang akan lebih dulu meninggalkan anak. Namun kenyataan seringkali bicara sebaliknya, yaitu anak yang pergi lebih dulu meninggalkan orang tua.

ads

Mengatasi perasaan sedih karena kehilangan buah hati yang begitu dicintai  bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika perasaan cinta kasih kepada anak telah begitu mendalam. Banyak orang tua yang tidak dapat mengatasinya akhirnya mengalami berbagai hal buruk, seperti tidak dapat mempertahankan perkawinan, trauma untuk punya anak lagi, bahkan sampai mengalami gangguan kejiwaan. Untuk kebaikan diri kita sendiri, sebaiknya berupaya untuk mengatasi kematian anak yang pernah dialami dengan sebaik mungkin. Berikut ini adalah cara yang dapat dilakukan untuk melupakan anak yang sudah meninggal:

1. Menerima

Walaupun tahu dengan pasti bahwa anak yang dicintai sudah meninggal, namun hati terkadang tidak bisa berkompromi. Akan ada saat – saat dimana rasa tidak percaya bahwa sang buah hati sudah tiada lebih mendominasi. Bila keadaan mental tidak bisa menerima hal ini, Anda akan mengalami penyangkalan yang melebihi batas akal sehat. Karena itulah usahakan untuk menerima bahwa kejadian ini memang terjadi kepada diri Anda dan pasangan. Usahakan suatu cara membuat hati ikhlas dan cara bersikap sabar untuk menerima segala hal yang sudah terjadi.

2. Ingat kepada ketentuan Tuhan

Tuhan tidak mungkin memberikan cobaan yang tidak dapat ditanggung oleh manusia. Ingatlah hal tersebut setiap kali Anda merasa sedih. Semua hal yang terjadi adalah bagian dari ketentuan Tuhan, karena Dia memiliki kuasa yang jauh lebih besar daripada rencana manusia. Bagi orang muslim, ada hadits yang menyatakan bahwa anak yang meninggal akan menjadi pembuka jalan bagi orang tuanya menuju surga. Karena itulah, jika merasa bahwa kesedihan akan melampaui batas, ingatlah kembali kepada tujuan hidup dalam Islam, yaitu untuk beribadah. Kembali kepada ibadah yang khusyuk akan menjadi cara membersihkan hati yang masih dikotori oleh pikiran negatif dan rasa sedih.

3. Berkabung

Untuk bangkit kembali, Anda perlu waktu untuk merasakan kesedihan tersebut, dan juga waktu untuk lebih merenung sendirian. Ada kalanya kehadiran orang banyak yang mengatakan mereka mengetahui apa yang Anda rasakan justru tidak membantu, melainkan membuat Anda tidak siap. Jika demikian halnya, tidak apa – apa. Ambillah waktu yang Anda inginkan untuk berdamai dengan diri sendiri dan mencari cara menenangkan hati dan pikiran sesuai dengan yang dibutuhkan. Tidak ada waktu berkabung yang baku. Namun jangan mengambil waktu untuk berkabung terlalu lama. Tetapkanlah batasan untuk berkabung sewajarnya, agar tidak terlalu lama tenggelam dalam kesedihan.

4. Berbagi Kesedihan

Terkadang sangat membantu jika ada orang dekat yang dapat mengerti kesedihan Anda. Carilah seseorang yang bisa diajak berbagi mengenai perasaan dan uneg – uneg Anda yang berhubungan dengan kepergian si buah hati. Berbicara mengenai perasaan Anda akan dapat menjadi cara melupakan masa lalu secara perlahan, karena tidak ada lagi ganjalan yang Anda simpan di dalam hati.

5. Buat Suasana Baru


Ada baiknya untuk melakukan rutinitas harian Anda secara berbeda untuk memberikan suasana baru yang akan dapat menyegarkan pikiran. Tips menghilangkan rasa bosan ini dapat Anda coba agar pikiran tidak melayang kemana – mana. Misalnya, aktivitas yang dilakukan ketika bosan seperti mengubah dekorasi rumah, tidur di luar kamar untuk mendapatkan ruang yang lebih lega untuk sementara, dan mengganti beberapa merk kebutuhan rumah tangga yang biasa Anda gunakan.

6. Jangan Menyalahkan Siapapun

Rasa bersalah akan memberatkan langkah untuk mengikhlaskan hal yang sudah terjadi. Terlebih lagi jika pasangan yang kehilangan anak mulai menyalahkan satu sama lainnya. Suami menyalahkan istri, dan istri menyalahkan suami. Ketahuilah bahwa dalam keadaan berduka, tidak ada pihak yang bisa disalahkan begitu saja. Usahakanlah untuk mengembangkan saling pengertian dan empati, dengan demikian tidak akan ada saling tuding sebagai penyebabnya, dan tidak akan membahayakan kondisi perkawinan.

7. Membereskan Barang – barangnya

Segera setelah mampu menata pikiran kembali, bereskanlah barang – barang yang mengingatkan Anda kepada si kecil. Jika ada barang yang bisa disumbangkan kepada orang yang membutuhkan, hal ini akan memberi pahala yang sangat baik kepada Anda dan si kecil di alam sana. Simpanlah sementara barang – barang yang mengingatkan kepada anak, dan bisa dilihat kembali ketika sudah merasa siap.

8. Hilangkan Pikiran Negatif

Pikiran negatif akan semakin menyulitkan untuk mencoba melupakan anak yang sudah meninggal. Karena Anda akan mulai membayangkan ‘bagaimana jika..’  dan tersiksa dengan banyak nya kemungkinan dan berandai – andai tentang semua hal yang tidak akan terjadi. Apalagi merasa bahwa diri sendiri adalah penyebabnya. Pada kenyataannya, inilah realita yang dihadapi sekarang. Maka cobalah untuk mempertahankan pikiran yang positif untuk menghalau kegalauan yang bisa terjadi lagi.

9. Anda Tidak Sendirian

Ketahuilah bahwa bukan hanya Anda yang mengalami kehilangan buah hati tercinta. Ada banyak orang diluar sana yang juga pernah mengalaminya, namun mereka dapat melanjutkan hidup dengan tegar. Mengetahui bahwa Anda tidak sendiri akan sangat menolong untuk cara meningkatkan keyakinan diri agar dapat melewati cobaan ini dengan selamat.

10. Cari Aktivitas Baru

Aktivitas baru akan memudahkan untuk mengalihkan pikiran dari kesedihan. Lakukanlah hal – hal yang dulu ingin Anda lakukan namun tidak pernah sempat terlaksana. Misalnya, mencoba hobi yang cocok untuk wanita, hobi wanita yang disukai pria, atau hobi pria yang disukai wanita, pekerjaan baru, dan juga mencari teman – teman baru. Atau kembali melakukan kegiatan bersama pasangan dan keluarga besar untuk menghibur hati dan merilekskan diri, sebagai cara membahagiakan diri sendiri.


11. Menata Pikiran Anda

Tentunya banyak sekali hal yang harus dipikirkan sepeninggal anak, namun usahakan untuk tidak membuat keputusan apapun saat pikiran Anda sedang tidak jernih. Tunggulah sampai mampu berpikir dengan objektif ahar mendapatkan cara mengatasi masalah yang berat. Keputusan yang dibuat saat pikiran sedang kalut kemungkinan besar akan membuat Anda menyesal atau akan memperumit keadaan.

12. Teruskan Usaha Anda

Jangan menyerah untuk terus mencoba bangkit dengan keyakinan bahwa suatu saat akan ada lagi masa – masa yang baik untuk Anda. Teruslah berusaha dan mencoba setiap hari. Cobaan yang didapatkan akan membuat kita semakin kuat untuk mencari cara mengatasi masalah hidup, dan tidak membiarkan masalah tersebut menenggelamkan kita.

Bila kehilangan anak yang dicintai, masa berduka tidak akan ada batasnya. Seseorang yang kehilangan hanya bisa melalui setiap hari dengan membawa kesedihan tersebut. Mungkin Anda tidak akan lupa, tetapi perasaan sedih akan berkurang seiring dengan waktu yang berlalu dan kesibukan Anda melalui hari – hari dalam kehidupan.

, , , , , , , , ,
Oleh :
Kategori : Kehidupan