8 Ciri Keluarga Harmonis dan Sejahtera

Ciri keluarga harmonis adalah saling bekerjasama dan membantu setiap anggota keluarga dalam menggapai kesuksesan semua bidang kehidupan. Keluarga adalah lingkungan terkecil tempat menggapai cita-cita dan harapan serta berbagai keinginan diwujudkan. Berkeluarga adalah sebuah kebutuhan yang menjadi fitrah bagi setiap orang. Agama telah mengatur hukum dan konsep keluarga yang berfungsi dalam meneruskan generasi. Pembangunan keluarga dimulai dengan janji pernikahan.

ads

Pernikahan adalah pintu gerbang untuk berkembangnya anak dan keturunan baru. Sebuah keluarga adalah negara terkecil untuk pembinaan dalam hidup. Tips keluarga harmonis adalah dengan melakukan pembinaan hidup yang sukses akan memunculkan generasi sukses atau individu – individu yang berkualitas. Praktek mengarungi bahtera dalam keluarga memang tidak semudah yang dikatakan. Banyak kasus yang terjadi karena rumah tangga mengalmi kegagalan. Menjaga keutuhan keluarga dilalui dengan menjaga keharmonisan sehingga tercipta kenyamanan dan keamanan bagi setiap anggotanya

1. Religius

Ciri keluarga harmonis adalah memiliki kekuatan pada umumnya memiliki didikan agama yang kuat. Keluarga yang menerapkan nilai – nilai kereligiusan menjadi suatu sandaran yang penting dalam menyokong kebahagiaan dan ketenangan keluarga. Kedekatan setiap anggota keluarga kepada Tuhan akan membentuk sebuah kepribadian yang damai dan merupakan tips keluarga sakinah. Setiap anggota keluarga akan mampu untuk mengendalikan emosi, memberikan kasih sayang. Keluarga yang dibangun dengan nilai – nilai religi pada umumnya merupakan keluarga yang sangat harmonis.

2. Komunikasi Baik

Ciri keluarga harmonis adalah memiliki komunikasi yang menjadi satu pilar penting dalam menghubungkan setiap manusia terutama dalam proses hubungan antar anggota keluarga. Kualitas komunikasi keluarga akan menjalin ikatan batin yang kuat. Keluarga yang damai dan bahagia rata – rata memiliki cara komunikasi yag baik. Tips keluarga bahagia diantaranya keputusan diambil yang terbaik dengan kerelaan hati setiap anggotanya.

3. Pengelolaan Ekonomi yang Baik

Faktor ekonomi seringkali menjadi pemicu masalah dalam keluarga. Cara membina keluarga sakinah yakni menjalankan visi misi keluarga yang sangat penting. Hal tersebut agar ekonomi dalam keluarga berjalan dengan baik dan merasa cukup. Kebijakan keluarga dalam keseimbangan pengeolaan seperti kebutuhan investasi, kebutuhan pokok, tabungan harus dibicarakan dengan sangat baik.

4. Saling Memberi Nasehat

Ciri keluarga harmonis adalah tidak pernah berjalan sendirian. Setiap anggota keluarga saling merangkul dan saling menasehati. Hal ini akan melindungi setiap anggota keluarga dari kegiatan yang tidak sesuai dengan visi dan misi keluarga. Keluarga yang hidup akan saling menasehati dan saling menerima, saling kritik, kemudian saling memberi solusi. Keluarga harus silih asah dan silih asuh, saling mendukung satu dengan yang lainnya dan mementingkan pendidikan agama dalam keluarga.

5. Realistis

Kenyataan untuk berpikir secara realistis tentu dibutuhkan agar tidak menimbullkan harapan yang berlebihan antar sesama pasangan maupun antar sesama anggota keluarga. Hal yang terpenting adalah doa dan usaha serta proses kerjasama dalam menggapai harapan tanpa menumpu keinginan harus terwujud. Realistis akan menghidupkan usaha yang kuat dan ikhlas. Jiwa yang tulus akan menjadikan setiap anggota keluarga menjadi pribadi yang lebih tenang namun bertekad kuat.

6. Berkasih Sayang

Kasih sayang dan peran ibu dalam keluarga merupakan energi positif yang akan mengokohkan keluarga. Setiap anggota keluarga yang saling berkasih sayang akan saling menciptakan kesempurnaan serta kebahagiaan setiap individu. Kasih sayang dan cinta akan memberikan kemampuan dalam melewati rintangan maupun cobaan yang datang. Keluarga yang tidak dibangun dengan rasa berkasih sayang menjadi hal yang tidak mungkin. Kasih sayang akan menjaga sebuah pernikahan atau sebuah keluarga agar terus utuh dan langgeng.


7. Komitmen

Komitmen sangat penting dalam membina keluarga. Komitmen dimulai dari janji pernikahan yang dilakukan di hadapan Tuhan. Komitmen adalah pegangan setiap individu untuk bersama – sama dalam suka maupun duka. Niat yang kokoh akan mempertahankan dalam pemeliharaan sebuah keluarga. Otoritas keluarga akan berjalan dengan baik tanpa menghiraukan gangguan dari lingkungan eksternal. Saat berkeluarga memiliki kemungkinan campur tangan dari pihak lain diantaranya mertua, orang tua, bahkan pihak ketiga. Kepala kekuarga harus menjadi nahkota kemana keluarga akan berlayar, keluarga seperti apa yang akan dibentuk. Keluarga harus memiliki visi dan misi.

8. Gotong Royong

Keluarga harus bekerja sama dalam mengokohkan otoritas yang dibentuk. Setiap anggota keluarga harus melakukan perannya dengan baik. Hal tersebut akan timbul kerja sama yang sangat baik di lingkungan keluarga. Peran yag terjadi akan membuat keluarga menjadi memiliki ikatan yang kuat. Saat ada masalah dari setiap anggota akan mencari solusi ke dalam keluarga. Setiap anggota akan merasa nyaman.

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, ,
Post Date: Tuesday 07th, November 2017 / 03:17 Oleh :
Kategori : Keluarga