9 Penyebab Kesulitan Belajar Matematika Bagi Siswa Sekolah

Ketika kita masih seorang pelajar atau pun yang sudah lulus dari sekolah, pasti akan ada sesuatu yang kita suka dan juga hal yang tidak kita suka pada saat di sekolah. Biasanya hal-hal yang disukai pada saat disekolah adalah bagaimana kita merasakan keseruan dengan teman-teman kita, menjahili teman, bolos sekolah, keseruan saat guru tidak masuk kelas, makanan kantin, bahkan sampai cinta pertama.

ads

Akan tetapi ada saja faktor-faktor yang tidak disukai ketika di sekolah seperti sosok guru yang dianggap galak, mata pelajaran yang membosankan, disiplin yang tinggi, banyak tugas dan PR yang wajib dikerjakan, dan lain-hal sebagainya. Berbicara mengenai hal yang tidak disukai ketika sekolah, ada satu mata pelajaran yang sebagian besar selalu ditakutkan oleh pelajar. Bahkan, mata pelajaran ini ada yang membencinya Baik itu oleh pelajar kelas Ilmu Pengetahuan Alam, maupun kelas Ilmu Pengetahuan Sosial. Mata pelajaran tersebut bernama Matematika.

Dari zaman ayah dan ibu sampai zaman sekarang, matematika masih tetap dianggap mata pelajaran yang cukup susah dipahami. Pastinya kita penasaran bukan dengan hal ini ? Oleh karena itu, berikut penyebab kesulitan belajar Matematika bagi pelajar.

1. Faktor Guru

Paham atau tidaknya suatu pelajaran tergantung bagaimana guru tersebut mengajar. Ketika Guru Matematika dianggap membosankan, galak, kaku, atau mempunyai sifat yang keras kepada siswa, maka para pelajar pun akan malas memahami pengajarannya. Bahkan bisa jadi sebaliknya, ketika ada guru yang cara mengajarnya baik, lemah lembut, humoris, biasanya murid pun juga senang dan dapat memahami pelajarannya.

2. Banyak rumus yang harus dihapalkan

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang cukup banyak menggunakan rumus dalam menyelesaikan soal. Apalagi jika kita salah dalam menggunakan rumus ketika menjawab soal, otomatis jawaban kita salah.  Hal tersebut yang membuat para siswa kebingunan dalam menentukan rumus mana yang paling tepat untuk menjawab satu soal.

3. Jawaban pasti

Di dalam matematika, jawaban yang didapatkan itu harus pasti, contohnya 1+1 maka hasilnya adalah 2. itu adalah jawaban pasti. Maka dari itu, Meskipun kamu menggunakan perhitungan yang panjang pun, kalau hasil akhirnya salah tetap saja salah. Oleh sebab itu, pada bagian perhitungan, hal tersebut cukup membuat para siswa merasakan frustasi.

4. Penggunaanya di kehidupan sehari-hari

Banyak pelajar yang merasa kebingungan ketika menghapal banyak rumus Matematika. Biasanya kebingungan yang didapatkan oleh mereka adalah aplikasinya nanti pada saat mereka lulus dari sekolah. Apakah rumus-rumus yang sudah diajarkan akan benar-benar terpakai oleh mereka? Bahkan tidak jarang ada yang masih kebingungan bagaimana penerapannya kalau memang bisa digunakan pada kehidupan sehari-hari.

5. Soal yang berbeda dengan hapalan

Berbeda dengan soal Sejarah, Biologi, atau Bahasa Indoensia yang sudah jelas apa yang kita hapalkan maka tidak akan jauh berbeda dengan soal yang akan diujikan. Nah, Soal matematika itu unik. Sebab soal Matematika sering “dimodifikasi” meskipun inti permasalahannya sama. Karena modifikasi itulah, banyak pelajar yang merasa kesulitan memahami maksud dari soalnya. Oleh sebab itu, banyak pelajar yang sering terjebak dalam soal Matematika.

6. Sulit memahami konsep dasarnya

Sebenarnya konsep dasar dari Ilmu Matematika itu adalah logika. Jika siswa kesulitan dalam memahami konteks logika di dalam Matematika, maka dia juga akan kesulitan dalam memahami mata pelajaran tersebut. Oleh sebab itu, untuk dapat memahami konsep dasar Matematika tidak hanya dengan menhapal rumusnya saja, akan tetapim pelajar tersebut juga harus paham konsep dasarnya juga.


7. Mudah menyerah

Nah, seperti pada poin sebelumnya, motivasi setiap pelajar itu berbeda-beda. Karena Matematika termasuk mata pelajaran yang membutuhkan ketelitian dan logika yang cukup tinggi, maka siswa yang tidak sanggup akan cepat menyerah. Apalagi jika siswa tersebut sering salah dalam menjawab soal Matematika, maka yang terjadi adalah motivasinya akan menurun dan cepat menyerah. Oleh seba itu, perlu adanya cara memotivasi diri agar siswa dapat memahami apa yang salah dalam pengerjaannya dan dapat menyelesaikan soal Matematika dengan benar.

8. Pengaruh teman

Pengaruh teman juga dapat berpengaruh. Contohnya saja ketika kita mempunyai teman yang kurang memahami dalam mengerjakan soal Matematika, maka dia akan “memengaruhi” temannya kalau Matematika itu adalah pelajaran yang susah. Hal tersebut akan menular kepada teman-teman lainnya.

9.Butuh Konsentrasi

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, untuk menegerjakan soal Matematika juga dibutuhkan konsentrasi yang penuh untuk dapat mengerjakannya. Hal tersebut disebabkan ketika menjawab soal matematika tidak bisa sembarangan. Perlu adanya rumus yang mendukung jawaban kita. Oleh sebab itu, pelajaran ini kurang diminati oleh sebagian siswa.

Itulah penyebab kesulitan belajar matematika bagi pelajar. Sebenarnya tidak ada pelajaran yang sulit. Sebab setiap pelajaran memiliki tingkat pemahaman yang berbeda-beda. Untuk dapat memahami pelajaran Matematika, kemalasan itu harus dihindari. Cara mengatasi anak malas belajar Matematika bisa dengan kerja kelompok, belajar bersama, dan terus latihan. Jika hal tersebut terus dilakukan, tidak hanya Matematika yang bisa dihadapi. Semoga artikel ini memberikan inspirasi bagimu.

, , ,
Oleh :
Kategori : Anak Anak