15 Cara Melupakan Mantan yang Kita Sayang

Putus cinta adalah kejadian yang dialami oleh hampir semua orang yang pernah menjalani hubungan, mulai dari yang sekadar have fun hingga serius. Dalam kadar yang berbeda bagi masing-masing orang, rasanya tentu menyakitkan karena harus memulai fase baru tanpa kehadiran seseorang yang terbiasa selalu ada dalam berbagai kesempatan.

Seseorang tersebutlah yang umumnya disebut mantan sebagai kependekan dari mantan kekasih, mantan pacar atau bahkan mantan calon. Penyebutan ‘mantan’ sangat populer diasosiasikan dengan mantan kekasih meski kata ini sebenarnya bisa digunakan tidak hanya untuk menyebut orang yang dulunya menjadi kekasih. Setelah sebuah hubungan berakhir, melupakan mantan seolah menjadi babakan berikutnya yang harus dilewati. Anggapan ini tidak sepenuhnya keliru meski harus ada beberapa catatan.

Jika ‘melupakan’ diartikan dengan tidak mengingat sama sekali, maka melupakan mantan adalah hal yang mustahil karena memori tentang mantan, seperti halnya ingatan tentang hal-hal lain yang telah terlewati, hanya akan mengendap di pikiran, bukan hilang.

Nah, jika Anda tengah mengalami putus cinta, jangan berkecil hati karena Anda tidak sendiri. Ada banyak sekali orang di luar sana yang juga mengalami kejadian seperti Anda beberapa di antaranya bahkan melewati kejadian dan proses yang lebih melelahkan dan ‘makan hati’. Hal tersebut normal sekali terjadi. Apalagi, ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk bangkit dan melupakan mantan serta memulai kehidupan baru.

Bicara soal putus cinta dan upaya transisi dari galau ke move onkonon tidak ada perbedaan signifikan antara perempuan maupun laki-laki. Keduanya sama-sama memerlukan waktu dan proses untuk bisa seperti sedia kala. Jadi, tak usah berpikir bahwa ke-gentle-an Anda sebagai seorang laki-laki akan berkurang jika suatu ketika Anda menangis.

Berikut adalah cara melupakan mantan :

1. Tidak Berkecil Hati

Sekali lagi, putus cinta adalah suatu hal yang normal terjadi. Beberapa orang mungkin menganggap putus cinta adalah sebuah kegagalan, Anda pun sah-sah saja berpikir demikian. Akan tetapi, pastikan pikiran tersebut tidak membuat Anda berkecil hati dan menganggap bahwa akan ada semakin banyak kegagalan yang Anda alami di kemudian hari. Dengan sebab yang sangat beragam dan keadaan yang berbeda-beda, putus cinta bisa terjadi dan menimpa siapa saja, tak peduli bagaimana sikap yang bersangkutan dalam menjaga dan memertahankan hubungan. Karena itu, tidak perlu merasa kalah ketika Anda tengah mengalami hal ini.

Meski Anda bisa jadi  berpikir bahwa penyebab putus cinta adalah sebuah kegagalan, tak usahlah menganggapnya sebuah kesialan apalagi karma sebab seperti halnya dalam cerita-cerita fiksi, alur buruk seringkali mengundang datangnya alur yang baik dalam babakan berikutnya. Yakinkan diri Anda bahwa akan ada hal baik yang menunggu Anda di depan. Putus cinta hanyalah satu dari sekian proses yang harus Anda lewati.

2. Mengakui bahwa Anda terluka

Selanjutnya, jangan takut mengakui pada diri sendiri atau orang lain bahwa Anda terluka dengan kejadian yang baru saja Anda alami. Pengakuan semacam ini bukannya menunjukkan bahwa Anda seorang lemah, akan tetapi justru meneguhkan bahwa Anda adalah orang yang kuat karena mau mengakui hal yang benar-benar Anda rasakan. Perasaan kecewa, marah, benci maupun malu tentu dirasakan siapapun yang baru mengalami putus cinta. Hanya saja, sebagian mau mengakuinya dan sebagian yang lain tidak. Untuk kebaikan Anda sendiri, tak usahlah takut atau ragu untuk mengakui bahwa Anda tengah terluka sebab jujur pada diri sendiri dan orang lain akan menjadi energi positif Anda untuk melangkah ke depan.

3. Berpikir Positif

Mengalami kejadian-kejadian buruk dalam hidup seringkali membawa pikiran-pikiran negatif seperti menyalahkan diri sendiri, orang lain, keadaan atau bahkan Sang Pencipta. Tak jarang Anda bahkan merasa inferior dan seperti tak punya apapun yang bisa diandalkan. Jika pikiran ini sempat terlintas di benak Anda, buang jauh-jauh dan gantilah dengan pikiran yang positif sebab berpikir negatif hanya akan memperburuk keadaan yang sudah tidak baik dan lebih baik anda memiliki cara menenangkan hati dan pikiran anda agar pikiran negatif tidak menghantui.

Selain dorongan dan semangat dari orang lain, Anda juga perlu menstimulus diri Anda dengan menghadirkan pikiran-pikiran positif mengenai hal-hal baik yang pernah Anda lewati ataupun harapan-harapan baik yang menunggu Anda di depan. Yakinlan bahwa akan ada kejutan-kejutan indah yang disiapkan Tuhan untuk Anda. Mungkin tidak sekarang, tapi itu sudah menjadi ‘jatah’ Anda yang akan datang pada waktu yang tepat.

4. Menghargai Kelebihan Anda

Banyak yang merasa inferior setelah putus cinta, utamanya jika si mantan segera memiliki pacar baru setelah hubungan cinta berakhir, atau bahkan sebelumnya. Jika ini terjadi pada Anda, tak perlu berkecil hati karena Anda juga memiliki kelebihan yang tak kalah hebat. Orang lain yang dipilih mantan barangkali memang lebih dibanding Anda dalam satu hal, akan tetapi Anda juga lebih jago dalam hal lain.

Ingatlah capaian-capaian menakjubkan yang pernah Anda raih dan yakinkan bahwa potensi tersebut masih dapat Anda kembangkan sehingga Anda akan menguasai bidang tersebut. Jangan lupa, sebagai sugesti, katakan pada diri sendiri, “aku berharga dan aku pantas untuk bahagia.” Mengucapkan kalimat-kalimat penyemangat seperti ini pada diri sendiri akan cukup membantu Anda dalam proses ini.

5. Berlapang Dada dan Berdamai dengan Keadaaan

Masa-masa awal setelah putus cinta adalah masa krisis di mana Anda akan melihat dunia tak seperti biasanya. Jika Anda biasa menerima SMS atau BBM dari mantan sebelum tidur maupun sebangunnya, hal tersebut tak akan terjadi lagi setelah hubungan Anda berakhir. Teman-teman yang belum tahu mengenai berakhirnya hubungan Anda juga akan dengan santainya bertanya kenapa Anda datang sendirian untuk menghadiri sebuah undangan atau acara kumpul-kumpul.

Hal-hal demikian banyak menggangu dan menghambat mereka yang tengah berusaha melupakan mantan dan move on. Agar Anda tidak menjadi salah satu di antaranya, lapangkah dada Anda dan berdamailah dengan keadaan dengan menanamkan di pikiran Anda bahwa segala hal terjadi karena satu alasan dan percaya atau tidak, alasan tersebut adalah demi kebaikan Anda. Nikmatilah masa-masa ketidaknyamanan ketika segala hal tampak berubah dan jawablah dengan santai menanggapi pertanyaan teman-teman Anda perihal si mantan. Berdamailah dengan keadaan, dan keadaan yang lebih baik akan menghampiri Anda.

6. Tidak Membanding-Bandingkan

Satu mindset yang perlu Anda tanamkan di benak Anda adalah tidak membanding-bandingkan keadaan sebelum dan sesudah mengalami putus cinta. Apapun kondisinya, keadaan pastilah berubah dan membanding-bandingkan keduanya hanya akan membuat Anda mengeluh dan tidak bisa merelakan yang telah terjadi.

Karena itu, tanamkan di benak Anda bahwa Anda siap dengan perubahan dan meski awalnya tidak mengenakkan, lama-lama Anda juga akan terbiasa. Bukankah sebelum menjalin hubungan dengan mantan, Anda juga biasa sendiri, melakukan semuanya sendiri dan ke mana-mana bersama teman-teman saja? Jadi sebenarnya, tidak ada yang benar-benar baru bukan? karena bahaya berteman dengan mantan yang akan membuat anda sulit move on.

7. Mengikhlaskan Apa yang Terjadi

Mengikhlaskan hubungan Anda berakhir tentu bukanlah perkara mudah apalagi jika Anda begitu mencintai sang mantan, terlanjur nyaman bersamanya atau hingga mengharapkannya menjadi pendamping Anda nantinya. Mengenai ini, banyak yang percaya bahwa semakin diniatkan untuk diikhlaskan dan dilupakan, semakin sulit proses untuk melakukannya dan semakin jauh tujuan yang ingin dicapai.

Anda tentu juga merasa demikian, apalagi jika Anda berada di pihak yang dirugikan secara fisik maupun psikis setelah berakhirnya sebuah hubungan. Namun demikian, tak ada salahnya Anda tanamkan dalam pikiran Anda bahwa mengikhlaskan hubungan Anda berakhir adalah suatu keharusan sebab diikhlaskan atau tidak, hubungan Anda telah berakhir. Belajar mengikhlaskannya akan berefek baik pada psikologi Anda, sedang tidak mengikhlaskannya dan bahkan menyimpan dendam akan menjadi bumerang yang hanya akan merugikan Anda secara fisik maupun psikis.

8. Melihat Persoalan dari Sisi yang Lain

Saat tengah dimabuk cinta atau ketika putus cinta, banyak yang berpikir bahwa romantisme antara laki-laki dan perempuan adalah satu-satunya hal penting dalam hidup. Jika Anda berpikir demikian, ingatlah bahwa persoalan asmara hingga mendapatkan jodoh hanyalah satu bagian dalam kehidupan dan bukan segalanya. Artinya, banyak hal lain yang Anda miliki selain persoalan tersebut dan juga menuntut perhatian dan waktu Anda. Hal-hal tersebut adalah keluarga, studi, karier, pengembangan bakat Anda, hobbi, cita-cita dan target yang ingin Anda raih dan lain sebagainya.

Karena itu, ketika satu urusan dalam hidup Anda tersendat, urusan lain harus tetap berjalan lancar, bukan? Tanamkan dalam pikiran Anda bahwa masih banyak hal lain yang perlu Anda seriusi sehingga tak akan ada yang berubah ketika satu hal menghilang.Beberapa pola pikir di atas tentu masih terasa abstrak dan tampak sulit untuk dibentuk dalam pikiran Anda yang tengah gundah gulana. Karena itu, Anda perlu melengkapinya dengan hal-hal konkrit nan praktis berikut.

9. Menyibukkan diri

Masa recovery memang dibutuhkan untuk memulihkan batin Anda pascaputus cinta, akan tetapi sebaiknya tidak terlalu lama. Setelah beberapa hari atau satu minggu, kembalilah pada kesibukan yang Anda miliki dan belajarlah untuk mengarahkan fokus pada hal yang tengah Anda kerjakan.

Bayangan tentang mantan dan rasa sakit hati Anda memang akan datang sekali-kali, akan tetapi beban pekerjaan, tugas sekolah atau target-target yang harus Anda capai dalam waktu dekat akan cukup ampuh mengalihkan pikiran Anda. Jika perlu, lakukan sebanyak mungkin aktivitas sehingga selain pikiran akan penuh dengan urusan-urusan itu, Anda akan pulang dalam keadaan letih dan segera merebahkan diri ke tempat tidur. Dengan begitu, tidak ada waktu untuk berpikir kosong dan mengingat mantan Anda kembali. Esok harinya sebangun tidur, Anda sudah segar dengan semangat baru dan siap memulai hari.

10. Berkumpul bersama teman dan keluarga

Sewaktu berpacaran, intensitas perjumpaan Anda dengan teman dan keluarga cenderung berkurang karena Anda lebih banyak menghabiskan waktu bersama sang pacar. Belum lagi kesibukan Anda di sekolah, kampus atau tempat kerja yang membuat quality time beserta keluarga dan teman tampak semakin mahal. Karena itu, rekatkan kembali komunikasi dengan teman dan keluarga pada masa-masa krisis pasca putus karena hal tersebut akan cukup membukakan mata Anda bahwa mantan bukanlah satu-satunya orang yang menyayangi dan dekat dengan Anda.

Kesempatan berjumpa yang demikian juga bisa Anda jadikan tempat untuk curhat, sharing dan meminta pendapat dari orang-orang tersebut. Saran, dukungan serta candaan dari orang-orang terdekat Anda tidak hanya akan mengalihkan pikiran Anda dari sang mantan dan mengisi waktu Anda, akan tetapi juga memberi energi positif bahwa ada banyak orang yang mendukung Anda dan akan kecewa jika Anda terlarut dalam kesedihan karena putus cinta.

Momen-momen semacam ini juga akan membukakan mata Anda bahwa keluarga dan sahabat adalah mereka yang tidak akan pernah meninggalkan Anda dalam keadaan seburuk apapun. Karena itu, Anda memiliki semakin banyak alasan untuk segera bangkit, move on dan melupakan mantan.

11. Melakukan hobi dan mencoba hal-hal baru

Selain menyibukkan diri dengan rutinitas yang Anda miliki, tak ada salahnya sayangi dan manjakan diri Anda dengan kembali menekuni hobi lama yang sempat Anda tinggalkan karena terlalu sibuk kuliah dan atau bekerja atau melakukan aktivitas yang dilakukan ketika bosan. Kembali menggeluti hobi lama tak jarang dapat membuat Anda terbang ke masa lalu dan mengingat keindahan-keindahan masa itu sehingga Anda dapat mengalihkan pikiran dari sang mantan dengan menyadari bahwa masih banyak hal indah lain yang bisa Anda dapatkan dalam hidup.

Perasaan senada juga akan dapat Anda rasakan ketika mencoba hal-hal baru yang selama ini terlewatkan, semisal belajar jenis olahraga baru, mengunjungi tempat wisata baru, touring menaklukkan medan yang sulit, berwisata kuliner mencicipi berbagai masakan yang menggoda selera dan lain sebagainya. Having fun bersama teman-teman juga akan menyegarkan pikiran Anda dan membuat Anda, cepat atau lambat berpikir bahwa meratapi hubungan yang kandas bukanlah pilihan yang tepat sebab ada banyak hal menyenangkan lain yang bisa Anda lakukan.

12. Tidak Mendengarkan Lagu-Lagu Mellow

Dalam masa-masa krisis pascaputus, ada baiknya Anda mengkondisikan diri sebisa mungkin untuk tidak berada dalam keadaan mellow, sedih, galau dan lain sebagainya yang akhirnya akan berefek negatif pada diri Anda sendiri. Keadaan yang demikian tentu tidak datang sendiri dan harus Anda ciptakan, salah satunya adalah dengan tidak mendengarkan lagu mellow karena lirik serta irama sebuah lagu sedih akan mengembalikan kesedihan Anda.

Biasanya, Anda akan karena merasa tengah menjadi tokoh di balik lagu tersebut dan atau ‘bernasib’ sama dengan tokoh yang diceritakan sebuah lagu. Sebagai gantinya, buatlah playlist yang berisi lagu-lagu penyemangat dan optimistis sehingga mood Andapun akan ter-setting demikian. Tips ini mungkin tampak spele dan kecil akan tetapi bagi orang yang baru putus cinta, mendengarkan lagu mellow sangat mampu meruntuhkan ‘bangunan’ ketegaran yang sudah dibangun.

13. Pasrah dan Berdoa

Pasrah dan berdoa kepada Sang Pencipta adalah hal lain yang bisa Anda lakukan untuk melupakan mantan. Kepasrahan diri kepada Tuhan setelah berusaha sedemikian rupa dapat memberi atmosfir baik bagi psikologi Anda karena Anda memercayai bahwa apapun yang telah dan akan terjadi semata-mata karena idzin Tuhan. Anda juga mungkin akan mengingat bahwa tidak ada cobaan yang dikirim Tuhan melainkan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing hambanya.

Selain itu, berdoa juga dapat memberi energi positif bagi Anda karena ketika Anda ‘berbicara’ dengan Tuhan, Anda bisa menumpahkan apapun yang ada di pikiran Anda dan merasa lega setelahnya. Mendekatkan diri dengan Tuhan adalah terapi lain yang tak kalah ampuh untuk membantu Anda melupakan dan mengiklaskan mantan karena Anda memercayai bahwa garis takdir yang Anda miliki adalah yang terbaik.

14. Menghindari Hal-hal yang Berbau Mantan

Banyak yang menyarankan agar membuang barang-barang pemberian mantan atau segala yang berbau mantan setelah berakhirnya sebuah hubungan. Anda bisa mengikuti saran ini dan bisa juga tidak, semisal dengan memberikannya pada orang lain atau menyimpannya dalam kardus yang kemudian Anda masukkan gudang. Apapun langkah yang Anda ambil, tujuan dari tindakan ini adalah mengalihkan pikiran Anda agar tidak selalu ingat mantan dan menyesali berakhirnya hubungan yang telah Anda bangun.

Selain tidak baik bagi diri sendiri, perasaan yang demikian mau tidak mau juga akan berefek pada orang lain di sekitar Anda mulai dari teman, keluarga, atasan hingga sang mantan yang bersangkutan. Tips ini bisa Anda pertimbangkan sebab bagi mereka yang baru putus cinta, hal-hal kecil bisa menjadi besar dan mengingatkan pada sang mantan.

Hal kecil lain yang bisa tiba-tiba mengingatkan mantan adalah tempat-tempat yang biasa dikunjungi, program TV yang biasa ditonton bersama atau acara-acara yang biasa dihadiri dengan sang mantan. Jika Anda merasa bahwa hal-hal tersebut dapat menghambat dan memperlambat proses Anda melupakan mantan, sebaiknya hindari dulu dan ganti dengan kegiatan lain yang bisa melepaskan pikiran Anda dari sang mantan. Setelah situasi membaik dan Anda perlahan ‘pulih’, tak ada salahnya kembali pada hal-hal tersebut di atas. Langkah yang demikian sekaligus menjadi ukuran dan tanda bahwa Anda telah benar-benar move on.

15. Bersikap Sewajarnya

Setelah sebuah hubungan berakhir, pola hubungan dengan mantan terkadang menjadi sangat problematik, utamanya jika masih sering bertemu dan berkomunikasi. Banyak yang menyarankan untuk memutus komunikasi dengan menghapus nomor mantan dan menutup akses komunikasi di social meduia. Hal demikian adalah persoalan pribadi yang kembali pada masing-masing individu. Akan tetapi, tidak ada salahnya tetap menjaga silaturrahmi dengan mantan dalam batas-batas kewajaran mengingat di balik hal-hal buruk yang dilakukan mantan, ada banyak hal baik pula yang pernah dilakukannya untuk Anda.

Karena itu, bersikaplah sewajarnya dan posisikan diri Anda bukan sebagai musuh pun bukan juga sebagai teman dekat. Langkah yang demikian diyakini dapat menghilangkan benih-benih dendam dan permusuhan yang muncul sebelum dan setelah putusnya sebuah hubungan. Namun jangan lupa, ada batasan-batasan yang perlu tetap Anda perhatikan utamanya ketika Anda atau mantan sudah memiliki pasangan baru.

, , , ,
Oleh :
Kategori : Tips Percintaan