10 Macam-Macam Hukuman yang Mendidik Untuk Anak Bagi Usia Dini

Biasanya hukuman untuk anak-anak sering dilakukan dengan kekerasan fisik. Sering kita mendengar atau membaca di sebuah berita yang menceritakan bagaimana seorang anak dihukum dengan cara dipukul, ditampar, dijewer, dicubit, berkata kasar, dan beberapa tindakan kasar lainnya oleh seorang guru kepada anak didiknya. Hukuman seperti ini selalu dilakukan dengan anggapan cara tersebut bisa memberikan efek jera kepada anak.

ads

Tidak hanya  guru saja, terkadang orang tua juga melakukan tindakan yang sama kepada anaknya sebagai bentuk disiplin. Padahal, tindakan kekerasan kepada anak sebernarnya tidak dibenarkan. Hukuman fisik pada anak hanya akan melukai fisik dan psikis sang anak sehingga dampaknya akan buruk pada masa depannya sendiri. Bahkan, kekerasan tersebut bisa jadi faktor penyebab anak nakal. Masih banyak cara untuk menghukum anak tanpa melalui kekerasan. Bahkan, hukuman tersebut bisa mendidik anak untuk bekal di masa depannya nanti. Hukuman seperti apa itu? Berikut 10 macam-macam hukuman yang mendidik untuk anak.

     1. Tampakan wajah tidak suka pada kenakalan anak

Cara mendidik anak nakal yang pertama adalah menunjukan wajah ketidaksukaan kita pada anak yang melakukan kesalahan atau kenakalan. Tujuannya adalah agar anak menyadari kalau kita tidak suka perbuatan itu. Bagi anak, wajah ketidaksukaan yang diperlihatkan oleh orang tua maupun gurunya dianggap sebagai hukuman untuk anak.

     2. Membersihkan kelas

Hukuman membersihkan kelas juga termasuk salah satu cara mengatasi anak nakal di sekolah. Dengan membersihkan kelas, anak akan belajar betapa pentingnya menjaga kebersihan serta merawat lingkungan. Hukuman ini tepat diberikan kepada anak-anak yang sering buang sampah sembarangan, mencoret-coret tembok, dan kesalahan-kesalahan yang berhubungan dengan kebersihan dan kerapihan.

     3. Meminta maaf dengan tulus

Pada saat anak melakukan kesalahan kepada orang lain, maka ajarkan untuk meminta maaf pada orang tersebut. Dengan mengajarkan sikap meminta maaf, anak akan belajar untuk bertanggung jawab terhadap perbuatannya. Permintaan maaf bisa dilakukan dengan langsung bertemu dengan orang yang disakitinya atau juga bisa secara tertulis. Akan tetapi, cara yang paling baik untuk meminta maaf adalah dengan bertatap muka.

     4. Suruh anak untuk belajar 

Jika anak melakukan kenakalan saat pembelajaran tengah berlangsung, maka kita bisa memberikan hukuman berupa menghapal pelajaran tersebut lalu tes di depan kelas. Dengan memberi hukuman tersebut, diharapkan anak tersebut tidak hanya jera, tetapi juga anak akan lebih mudah mendapatkan ilmu dari hapalan tersebut.


     5. Suruh anak untuk membantu pekerjaan kita

Untuk para orang tua juga bisa memberikan hukuman yang mendidik kepada anak. Salah satu hukumannya adalah dengan menyuruh dia untuk ikut membantu pekerjaan kita. Tidak harus yang berat-berat, berikanlah pekerjaan yang ringan terlebih dahulu seperti menyapu  lantai, membersihkan kamarnya sendiri, membuang sampah pada tempatnya. Sama dengan poin kedua, hukuman ini juga mengajarkan anak untuk pentingnya menjaga kebersihan baik untuk dirinya maupun orang lain.

     6. Menyuruh anak membaca buku dan menceritakan isinya

Poin ini hampir mirip dengan keempat. Perbedaannya, di poin ini anak disuruh membaca sebuah buku. Bukunya sendiri bisa bebas dengan tema apa saja. Lalu, kesesokan harinya, si anak disuruh untuk menceritakan kembali buku apa yang telah dia baca. Hukuman ini juga bertujuan menumbuhkan minat baca terhadap anak. Tujuan lainnya juga untuk melihat apakah si anak jujur dengan hukuman yang diperintah oleh guru atau tidak.

     7.  Menyuruh anak menulis

Menulis merupakan kegiatan yang sangat baik dibiasakan sejak kecil. Dengan menulis, anak dapat dilatih untuk bisa menuangakan apa yang dipikirannya ke dalam bentuk tulisan. Selain itu, kebiasaan menulis sejak kecil  juga bisa menjadi investasi masa depan untuk anak itu sendiri. Jika kemmapuan menulis si anak diasah terus, maka dia bisa saja akan jadi penulis terbaik di masa depan.

     8. Menjadikan anak sebagai “Model”

Maksud model di sini adalah ketika ada anak melakukan kesalahan, maka hukumannya adalah menjadikan dia sebagai “model”. Contohnya, ada anak yang sering mengeluarkan baju di sekolah dan tidak terlihat rapi. Untuk kasus seperti itu, beri hukuman pada anak tersebut untuk memperagakan cara merapikan baju yang baik dan benar di depan kelas. Atau jika ada anak lain melakukan kesalahan lainnya, maka jadikan dia sebagai “model” untuk memperagakan cara yang benar kepada anak lainnya. Hukuman seperti ini selain sebagai cara mengatasi siswa yang melanggar tata tertib, juga dapat mengajarkan siswa tentang bersikap selaras dengan apa yang diucapkan dan diajarkan. 


     9. Mengurangi anak untuk bermain

Cara hukuman berikutnya adalah mengurangi anak untuk bermain. Dunia anak memang berhubungan dengan bermain. Dengan mengurangi jatah bermain anak, maka diharapkan bisa membuat efek jera kepada anak karena telah melakukan kesalahan. Pengurangan jatah bermain harus diganti dengan menambah kegiatan positif lainnya.

     10. Menyuruh anak untuk tidak mengulangi perbuatannya

Salah satu tujuan pemberian hukuman untuk anak adalah agar dia tidak mengulangi kesalahannya.  Maka dari itu, ketika kita berhasil membuat anak tersebut sadar akan perbuatannya, berikutnya adalah membuat anak berjanji untuk tidak mengulangi kembali kesalahan yang sudah dilakukannya. Manfaat dari hukuman ini adalah melatih anak untuk jujur, amanah dan konsisten baik dari perkataan dan sikapnya.

Itulah 10 macam-macam hukuman yang mendidik untuk anak. Pemberian hukuman yang mendidik dapat membuat anak menjadi lebih baik dibandingkan memberikan hukuman fisik yang lebih terkesan menakut-nakuti anak tanpa adanya perubahan yang lebih baik. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu semua.

, ,
Oleh :
Kategori : Anak Anak