5 Penyebab Masalah Generasi Muda dalam Masyarakat Modern

Buat kamu yang sering melihat berita baik itu di televisi, internet, radio, dan berbagai macam media lainnya, mungkin sudah tidak asing dengan banyaknya pemberitaan-pemeberitaan negatif terhadap para generasi muda. Contohnya saja, tawuran pelajar, narkoba, pelecehan seksual, dan kejadian-kejadian negatif lainnya. Mungkin kamu pernah berpikir mengapa berita tersebut sering muncul kepada generasi penerus bangsa ini?

ads

Anak muda yang sering muncul dalam berita-berita negatif rata-rata masih dalam usia sekitar 12-18 tahun. Usia-usia segitu memang masih rawan. Rawan di sini adalah dari sisi psikologi, masih mencari pembenaran. Apakah tindakannya tersebut benar atau tidak menurut dia masih samar-samar. Sebab yang ada dipikirannya adalah tindakannya ini bakal menjadi pusat perhatian atau mencari pengakuan dari seseorang atau suatu kelompok.

Selain itu, penyebab lainnya bisa jadi karena tekanan besar yang ada dalam pikirannya. Penyebab-penyebab lain masalah generasi muda yang sering membuat resah masyarakat bisa dilihat pada penjelasan berikut ini :

1.Kurang mendapatkan perhatian

Tentunya faktor paling utama dari masalah yang sering ditimbulkan generasi muda adalah kurangnya perhatian pada mereka. Perhatian tersebut bisa dari sekolah maupun dari keluarganya. Jika di lihat dari sisi keluarganya, kita pun akan sulit menyalahkannya. Contohnya kedua orang tuanya sibuk bekerja untuk dapat memenuhi kebutuhan keluarganya. Dari satu sisi kita tidak bisa menyangkal kalau tujuan orang tuanya baik, namun  di sisi lain akan ada yang menjadi korban yakni anak.

Jika dari sekolah, terkadang ada beberapa guru yang tidak terlalu memerhatikan murid atau bahkan cenderung membiarkannya. Padahal, tugas guru tidak hanya memberikan ilmu kepada murid-muridnya. Akan tetapi dia juga harus ikut mendidik sikap murid-muridnya agar nanti dia menjadi pribadi yang baik saat dewasa nanti. Ketika ada murid yang tidak mendapatkan perhatian juga di sekolah, maka dia akan melakukan tindakan “nakal” agar dapat perhatian dari orang lain.

2. Gejolak di masa remaja

Seperti yang sudah di sebutkan di awal kalau masa remaja adalah masa untuk mencari jati diri. Artinya, anak yang memasuki masa remaja akan sering mencoba hal-hal yang dianggap menantang baginya. Tentu saja dia ingin melakukan hal-hal yang memacu adrenalin agar bisa diterima oleh kelompoknya, dianggap keren atau hebat, merasa bangga, dan lain sebagainya. Sayangnya, cara untuk melampiaskannya kebanyakan salah dan tak terarah. Hal tersebut tidak terlepas dari kurangnya perhatian dari orang dewasa.

3. Pergaulan

nah, salah satu faktor yang sangat memengaruhi kelakuan negatif dari generasi muda adalah pergaulan. Akibat pergaulan bebas dikalangan pelajar, anak akan lebih sering mencari perhatian dari teman-temannya. Namun, karena usianya yang masih labil, dia akan mudah terpengaruh dari teman-temannya tersebut untuk berbuat hal negatif.

Maka dari itu, tidaklah mengherankan ketika ada anak yang akhirnya tertangkap basah melakukan hal negatif seperti merokok, mabuk-mabukan, atau juga tawuran tak lebih dari sekadar ikut-ikutan agar dianggap jago, hebat, dan pujian lainnya. Mendapat pujian dari siapa? Tentu saja dari kelompoknya. Hal tersebut tidak terlepas dari keinginan adanya perhatian dari orang lain.

4. Penasaran

Usia remaja adalah usia yang memiliki rasa keingintahuan cukup tinggi. Apapun yang menurutnya menarik akan selalu dia coba. Tidak peduli apakah hal tersebut bisa merugikan dirinya ataupun orang lain. Sebab yang terpenting baginya adalah rasa penasarannya bisa terpenuhi.

Oleh Sebab itu, tidak lah mengherankan jika banyak yang pertama kali merokok rata-rata dilakukan ketika masih sekolah. Alasannya pun juga kebanyakan karena penasaran dengan rasa yang ditimbulkan oleh rokok. Padahal sudah sangat jelas  kalau merokok dapat menyebabkan berbagai penyakit. Namun, hal tersebut tidak pernah digubris oleh anak muda.


5. Bangga dengan hal-hal negatif

Kenakalan anak zaman sekarang cukup menghawatirkan bagi para orang tua dan juga orang dewasa. Anak-anak muda justru begitu bangga ketika melakukan hal-hal negatif. Hal ini bisa terjadi karena dari sisi psikologis, anak remaja merasa terpuaskan ketika berhasil melakukan tindakan-tindakan negatif. Hal tersebut terjadi juga karena kurangnya perhatian dari orang dewasa. Sekarang-sekarang ini, ketika ada seseorang yang melakukan hal baik justru malah dianggap biasa dan lumrah.

Tidak ada perhatian yang lebih jika kita bandingkan dengan seseorang yang melakukan hal negatif. Meskipun risikonya besar, namun ada yang tujuan yang tercapai yakni perhatian. Oleh sebab itu, tidaklah kaget jika para remaja memilih untuk lebih membanggakan hal negatif dibandingkan hal positif.

Itulah penyebab masalah generasi muda yang membuat resah masyarakat. Untuk bisa mengurangi perilaku negatif para remaja ini, perlu adanya pendidikan keluarga terutama peran orang tua dalam mendidik anak. Para orang tua harus dapat menyeimbangkan waktu untuk dapat memberikan perhatian kepada anak dan juga pekerjaannya sehingga pentingnya pendidikan karakter pada anak akan terbentuk. Sedangkan untuk lingkungan dan juga sekolah, diharapkan mereka juga harus memerhatikan dan mengawasi anak-anak muda. Akan jauh lebih baik untuk dibentuk sebuah organisasi maupun suatu pekumpulan yang positif.

Dengan begitu, selain sebagai solusi pergaulan bebas, kegiatan tersebut membuat para anak remaja ini mendapatkan wadah untuk melampiaskan kreatifitasnya. Perlu diketahui jika bangsa yang besar sangat tergantung kualitas generasi penerusnya. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat untuk kamu semua.

, , ,