6 Cara Mengatasi Anak Hiperaktif Usia 4 Tahun

Usia 4 tahun merupakan tahap tumbuh kembang anak yang mana pada masa ini mereka sedang aktif-aktifnya. Anak yang aktif ditandai dengan kelincahan mereka dalam beraktivitas setiap hari. Anak yang lincah dan aktif juga menandakan bahwa mereka tubuh dengan baik. Sementara, anak yang terlalu aktif dan lincah dinamakan dengan hiperaktif di mana mereka terlalu aktif seakan energinya tidak ada habis-habisnya.

Anak yang hiperaktif tentu membuat para orang tua yang kelelahan dalam mengatur dan mengawasi mereka. Anak yang hiperaktif terkadang juga tidak bisa diam meski di minta, selalu saja ada kegiatan yang seru untuk dilakukannya. Tak jarang anak hiperaktif ini sering kali dianggap sebagai anak yang bandel karena memang ia selalu sibuk melakukan banyak hal sesuai keinginannya. Nah, para orang tua yang merasa kelelahan menghadapi anak yang sangat aktif ini di rumah, bisa simak cara mengatasi anak hiperaktif usia 4 tahun berikut ini. Namun sebelum itu simak juga karakteristik anak usia dini

1. Temukan Penyebab Anak Menjadi Sangat Aktif

Hal pertama yang bisa dilakukan sebagai cara mengatasi anak hiperaktif usia 4 tahun adalah menemukan lebih dulu penyebab anak menjadi sangat aktif ini. Mungkin saja anak menjadi sangat aktif karena ia tidak memiliki kegiatan lain yang lebih bermanfaat dan menyita perhatiannya. Atau bisa juga anak menjadi sangat aktif hanya untuk menarik perhatian orang tua. Yang artinya anak ingin dilirik orang tuanya yang mungkin terlalu sibuk sehingga lupa untuk mengajak si kecil bermain.

2. Tegas dalam Menasehati

Larangan pada anak berupa kata ‘jangan’ sangat tidak dianjurkan karena bisa membuat anak merasa makin penasaran dan semakin menjadi-jadi. Karena itu para orang tua lebih dianjurkan melarang anak dengan kata yang lebih positif. Seperti mengganti ucapan ‘Jangan main jauh-jauh ya, Dek..’ dengan ‘Mainnya di sekitar sini saja ya, Dek, nanti mama susah nyariin..’. Selain itu, cara mengatasi anak hiperaktif usia 4 tahun agar ia bisa tenang dan nurut adalah dengan berbicara padanya dengan tegas. Panggil namanya dan berikan nasehat saat ia sudah menatap, sugestikan anak dengan mengucakan kalimat-kalimat yang lebih positif seperti yang telah di contohkan. Ini merupakan cara menegur anak yang benar.

3. Penuhi Janji yang Telah Diucapkan

Sering kali sebagai orang tua kita mengucapkan janji tanpa memenuhinya hanya demi si kecil bisa diam dan tidak lagi merajuk. Namun, faktanya saat anak tidak mendapati apa yang telah dijanjikan kepadanya, ia akan menjadi kecewa dan frustasi. Salah satu bentuk pelampiasannya adalah menjadi sangat aktif dan melakukan aktivitas yang bisa membuat orang tuanya mau memenuhi keinginannya.

Karna itu, penting sekali bagi orang tua untuk tidak memberikan janji palsu pada anak, jika terlanjur mengucapkan, berikanlah contoh yang baik untuk anak. Berbohong pada anak juga memberikan dampak buruk untuk perkembangan anak lho, yang  mana mereka bisa beranggapan bahwa berbohong dan tidak menepati janji meruakan hal yang lumrah terjadi.

4. Jika Menolak Permintaan Anak, Berikan Juga Penjelasan yang Mudah Dipahami

Sering kali kita menolak permintaan anak dengan kata tidak sehingga mereka jadi merajuk dan bahkan menangis agar permintaannya dipenuhi. Jika tidak dipenuhi, bisa saja ia melampiaskannya dengan melakukan berbagai hal. Karena itu agar anak bisa menerima penolakan yang diberikan, saat mengatakan tidak, berikan juga alasan kenapa permintaannya tidak bisa dikabulkan. Sehingga anak tidak merasa penasaran dan bisa mengerti kenapa orang tuanya tidak memenuhi keinginannya. Berikan penjelasan dengan bahasa yang mudah dipahami anak sehingga ia pun tidak kesulitan dalam memahaminya. [AdSense-C]

5. Hindari Marah-Marah pada Anak

Saat anak menjadi sangat aktif hingga tidak bisa disuruh diam dengan cara yang baik-baik, marah menjadi senjata yang sering dilakukan orang tua saat kesabaran mulai habis dan emosi mulai meningkat. Namun sebaiknya di hindari karena sering memarahi anak dengan keras dan kasar malah bisa menjadi contoh buruk bagi anak. Seakan sudah kebal, anak pun tumbuh dengan sifat pemarah seperti apa yang ia dapati dari orang tuanya.

6. Hadirkan Lingkungan yang Nyaman untuk Anak

Selain itu, cara mengatasi anak hiperaktif usia 4 tahun yang bisa orang tua lakukan adalah menghadirkan lingkungan yang nyaman untuk anak. Kegelisahan, rasa tidak nyaman dan keresahan berlebihan yang dirasakannya membuat anak jadi aktif kian kemari.

Itulah 6 cara mengatasi anak hiperaktif usia 4 tahun yang orang tua gunakan untuk membuat si kecil jadi lebih tenang. Simak juga bagaimana cara mengatasi anak hiperaktif usia 2 tahun, cara mengatasi anak nakal dan cara mendidik anak yang baik dan benar serta cara memarahi anak.

, , ,
Oleh :
Kategori : Anak Anak