20 Cara Menagih Hutang ke Teman
Menagih hutang bisa menjadi perkara yang sensitif. Memang menyenangkan jika kita bisa membantu mengatasi kesulitan orang lain. Tidak terkecuali menolong teman, kerabat, atau keluarga ketika membutuhkan pinjaman uang. Namun jika uang kamu tidak juga kembali, kamu pasti merasa tidak enak untuk menagihnya. Apalagi jika itu adalah orang-orang terdekat kamu. Tapi jika niat kamu membantu justru merugikan kamu, sepertinya kamu perlu mengambil tindakan. Berikut adalah beberapa cara menagih hutang pada si peminjam dengan cara yang baik. Mari kita simak!
1. Pastikan uangmu tidak disalahgunakan
Jangan memberikan pinjaman uang jika kamu tidak tahu untuk apa uang itu akan digunakan. Kamu berhak tahu untuk apa uang yang dia pinjam padamu. Jika dia tidak menjelaskan keperluannya, sebaiknya kamu jangan segan untuk menanyakannya. Jangan sampai uangmu hanya digunakan untuk hal-hal yang tidak penting. Bagaimana pun, kamu telah bekerja keras untuk mendapatkannya. Pasti kamu tidak rela kan jika uang hasil kerja kerasmu digunakan sembarangan?
(Baca: Ciri-Ciri Orang Berbohong Menurut Psikologi - Ciri-ciri Orang Berbohong dilihat dari Fisik)
2. Lihat kapasitasmu dan kondisinya
Pertimbangkan dahulu dengan matang jika kamu ingin memberikan pinjaman pada orang lain. Tidak semua orang harus mendapatkan bantuan darimu. Jika kamu merasa tidak sanggup memberi pinjaman, sebaiknya jangan dilakukan. Hal ini akan membuatmu kesulitan sendiri nantinya. Pertimbangkan juga bagaimana kondisi orang yang meminjam uang padamu. Apakah dia tipe orang yang pernah bermasalah saat meminjam uang pada pihak lain atau tidak. Ini dilakukan untuk mengantisipasi agar kamu tidak mengalami kerugian atau masalah lain yang tidak diinginkan.
Baca: Ciri-ciri Teman yang Baik dan Tulus
3. Ingat selalu perjanjian awal
Pastikan kamu mendengar kapan dia berjanji untuk membayarnya. Umumnya, seseorang yang berhutang sering menyebutkan terlebih dahulu kapan dia akan membayar agar orang yang dimintai bantuan mau memberikan pinjaman. Jika perlu catatlah tanggal perjanjian pengembalian hutang yang dia katakan padamu.
4. Tanyakan baik-baik
Singkirkanlah rasa sungkanmu jika kamu benar-benar menginginkan uangmu kembali. Kamu memang berniat membantu. Tapi kamu juga tidak harus mengalami kesulitan sendiri karena membantunya. Uang itu adalah hakmu. Carilah waktu dan suasana yang tepat, ajak dia berbicara tanpa ada orang lain yang tahu. Tanyakan dengan cara baik-baik kapan dia akan membayar hutangnya. Karena ini adalah urusan pribadi, selama masih bisa bicara berdua, jangan dulu melibatkan orang lain yang tidak tahu soal masalah ini. Ini adalah salah satu cara menjaga perasaan orang lain agar ia tidak tersakiti.
5. Sering mengingatkan
Jangan ragu untuk sering mengingatkan, mungkin saja dia lupa. Jika terlalu sering diingatkan, dia pasti akan merasa tidak nyaman dan segera membayar hutangnya padamu. Pastikan untuk mengingatkannya sehalus mungkin, jangan mengatakan ucapan yang membuatnya sakit hati. Jangan sampai kalian justru bertengkar karena masalah uang. Jika muncul masalah baru, bisa-bisa uangmu tidak akan pernah kembali.
Baca: Ucapan yang Menyakitkan Hati Pasangan
6. Tagihlah saat tanggal muda
Jika dia sudah bekerja, beranikan diri untuk menagih saat tanggal muda atau saat dia menerima gaji. Ini bisa menjadi antisipasi sebelum dia kehabisan uang lagi di bulan yang sama. Orang yang baik pasti akan menyisihkan gajinya untuk membayar hutang daripada digunakan untuk makan enak. Mungkin tidak semua orang punya uang saat tanggal muda, tapi pasti anda bisa melihat tanda-tanda bahwa dia sedang punya uang. Nah, pada saat itu, tagihlah uang anda padanya.
7. Lakukan dengan menelepon atau SMS
Mungkin orang yang meminjam uang padamu adalah teman baikmu sendiri sehingga jika menagihnya kamu akan takut hubungan pertemanan kalian menjadi rusak nantinya. Jika kamu terlalu sungkan untuk menagih secara langsung, kamu bisa memanfaatkan komunikasi melalui telepon atau mengirimkan pesan singkat. Hal ini akan mengurangi ketidaknyamanan kedua belah pihak. Lakukan panggilan telepon di saat-saat senggangnya. Sehingga dia bisa benar-benar menangkap maksud pembicaraanmu. Malam hari adalah waktu yang tepat.
8. Katakan bahwa kamu sedang butuh uang
Entah kamu sedang benar-benar butuh uang atau tidak, jika kamu ingin uangmu kembali, kamu bisa mengatakan padanya bahwa saat ini kamu sedang membutuhkan uang. Jangan ragu untuk menagih hakmu sendiri. Ada banyak alasan yang bisa kamu pilih. Kamu bisa mengatakan bahwa kamu butuh membayar tagihan bulanan untuk rumah, kost, listrik, atau membeli keperluan sehari-hari. Ini tidak sepenuhnya berbohong. Kamu pasti memang membutuhkan uang kan untuk berbagai hal? Tapi tetap usahakan jangan bicara dengan penuh emosi, carilah cara meredam emosi diri.
9. Bersikap tegas
Kamu tidak harus selalu menerima jika dia sudah terlalu banyak alasan untuk tidak membayar kembali uangmu. Kamu harus tegas bahwa kamu menginginkan uangmu kembali. Ingatkan bahwa dia dulu menggunakan kata meminjam, itu berarti dia memiliki kewajiban untuk mengembalikannya. Jangan selalu memaklumi dan menerima segala alasannya. Jika dia tidak menerima teleponmu atau membalas pesanmu, terus hubungi dia sampai dia menjawabnya. Kamu punya hak untuk meminta uangmu sendiri.
10. Jangan memberi hutang lagi sebelum uangmu kembali
Ini merupakan cara bijak yang harus kamu ambil. Jangan sampai urusan hutangnya padamu menjadi semakin panjang. Ini akan membuat masalah baru. Jika kamu kembali memberikan pinjaman ketika pinjaman yang sebelumnya bahkan belum dikembalikan, bisa saja dia akan meremehkanmu. Jika uang yang dipinjamnya terus menumpuk, dia pasti akan semakin kesulitan membayarnya. Ini akan berdampak pada bisa kembali atau tidaknya uangmu.
11. Katakan bahwa dia bisa mencicilnya
Jika jumlah uang yang dia pinjam lumayan besar, katakan padanya bahwa dia bisa membayarnya dengan mencicil sedikit demi sedikit. Cara ini bisa kamu terapkan jika orang yang meminjam uang padamu benar-benar dalam keadaan yang sulit. Pastikan bahwa kamu memiliki catatan mengenai jumlah uang yang sudah dia cicil dan sisanya. Tunjukkan atau ucapkan jumlah yang ada dalam catatan itu setiap kali dia membayarnya sehingga tidak terjadi salah paham atau salah perhitungan.
Baca: Cara Menghindari Fitnah
12. Menyindirnya dengan halus
Kamu bisa menyindir melalui obrolan. Jika dia termasuk orang yang peka, dia akan tahu untuk siap sindiran itu kamu tunjukkan. Tapi jangan sampai menggunakan kata-kata yang kasar. Sindirlah dengan kalimat yang halus. Buat dia baper asalkan tidak keterlaluan.
Baca: Bahaya Baper
13. Pura-pura lupa bawa dompet
Saat pergi dengannya, kamu bisa berpura-pura lupa bawa dompet. Katakan bahwa kamu sedang butuh membeli sesuatu. Ingatkan secara spontan bahwa uangmu masih dia pinjam. Jika dia membawa uang yang cukup, kamu bisa mendapatkan uangmu kembali dengan cara ini. Meski kemungkinan tidak seluruhnya terlunasi, paling tidak kamu mendapatkannya walau sebagian.
14. Berhutang balik padanya
Ini saatnya kamu menirukannya jika dia telah berpura-pura lupa akan hutangnya padamu. Kamu juga bisa bersikap seolah-olah kamu lupa telah memberi pinjaman padanya. Carilah situasi dimana kamu bisa curhat padanya. Katakan bahwa kamu butuh uang. Tanyakan padanya apakah kamu bisa meminjam uang darinya. Jika dia sadar belum mengembalikan uangmu, dia pasti akan mengembalikan uangmu.
15. Datang langsung ke rumah
16. Buat kesepakatan baru
Jika dia selalu menghindar atau mengulur waktu dari perjanjian awal, jangan ragu untuk membuat kesepakatan baru. Katakan bahwa tidak apa-apa jika dia belum bisa mengembalikan uangmu saat ini juga. Tapi ajak dia bicara untuk memutuskan kapan uangmu bisa dia kembalikan. Kalian berdua harus bisa menetapkan tanggal pastinya sehingga kamu bisa menagihnya jika nanti pada saat tanggal yang dijanjikan dia belum mengembalikan uangmu.
17. Minta bantuan pihak lain
Cara ini bisa kamu lakukan ketika uang yang kamu pinjamkan dalam jumlah yang besar. Kamu bisa meminta tolong kepada orang yang kamu percaya untuk bersama-sama menagihnya. Cara lainnya yang bisa ditempuh adalah meminta bantuan jasa penagih hutang. Namun jika kamu ingin menyewa jasa penagih hutang, pastikan bahwa jumlah uang yang kamu pinjamkan pantas atau sebanding dengan biaya yang akan kamu keluarkan untuk menyewa jasa mereka.
18. Ikhlaskan
Jika jumlahnya tidak terlalu banyak atau jika kamu punya cukup banyak uang, kamu mungkin bisa merelakan uang yang kamu pinjamkan. Meski uang itu tidak kembali dan membuatmu sakit hati, kamu bisa menganggapnya sebagai sedekah atau amal. Jangan lupa untuk mengatakan padanya bahwa kamu sudah ikhlas untuk membantunya dan tidak masalah jika uang itu tidak bisa dikembalikan. Hal ini akan membuat dia sungkan untuk meminjam uangmu lagi di lain waktu meski kamu harus mencari cara melupakan rasa sakit hati karena uangmu tidak kembali.
19. Lakukan tindakan hukum
Jika uang yang kamu pinjamkan jumlahnya besar, kamu bisa mengambil tindakan hukum. Cara ini bisa kamu pertimbangkan jika dia sengaja menghindar atau terang-terangan tidak mau membayar hutangnya. Jangan lupa untuk mempertimbangkan terlebih dahulu matang-matang tindakan yang satu ini.
20. Jangan meminjami uang lagi
Katakan sejujurnya bahwa kamu tidak bisa lagi meminjami uang karena sudah jera. Buat dia menjadi segan padamu. Mau memberikan pinjaman atau tidak, sepenuhnya adalah hakmu. Dia tidak bisa memaksa. Jika dia kemudian memperlakukanmu dengan tidak baik seperti menyindir dan lain-lain karena kamu menolak memberi pinjaman, abaikan saja sikapnya. Nanti dia akan malu sendiri.
Baca: Cara Mengatasi Teman yang Menyebalkan
Itulah dua puluh cara menagih hutang. Hal yang perlu kamu ingat baik-baik adalah selalu pertimbangkan cara yang akan kamu terapkan tersebut baik-baik sebelum benar-benar mempraktikkannya. Sekian artikel kali ini dan semoga bermanfaat!
